Dharma Santhi Ciptakan SDM Frofesional dan Berintergritas
Denpasar – Serangkaian Hari Raya Nyepi 1935, Galungan dan Kuningan, Rabu (29/5) Kemenag Kota Denpasar mengadakan Dharma Santhi dengan sangat sederhana di Hotel Puri Nusa Indah Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali A.A. Gd. Muliawan, S.Ag., M.Si didampingi oleh Kabid Ura Hindu dan Kabid Penda Hindu Kanwil Kemenag Prov Bali.
Dalam laporannya, Kepala Kantor mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wujud kerinduan seorang anak kepada orang tuanya untuk masimakrama sekaligus memohon nasihat serta bimbingan dalam melaksanakan tugas sebagai abdi Negara. Melalui Dharma Santhi ini beliau mengharapkan tumbuhnya kebesaran hati di antara pegawai untuk saling memaafkan atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja sehingga mampu mempererat tali persaudaraan yang thulus dari dalam lubuk hatinya masing-masing. Selain itu beliau juga mengungkapkan bahwa dharma santhi ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual pegawai dalam rangka menumbuhkan integritas dan profesionalisme melalui self management (education, regulation, certification, development, supervision, integrity, evaluation). Hal yang perlu digaris bawahi adalah self integrity yang merupakan penyatuan hati dan penyelarasan pikiran berlandaskan etika dan moral yang berwawasan jauh ke depan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dalam dharma wacana-nya kembali mengingatkan bahwa kecerdasan dan kepintaran sebagai seorang pegawai harus dan perlu diimbangi dengan pemahaman agama yang baik, karena pegawai Kementerian Agama memiliki tugas yang sangat penting yaitu memfasilitasi umat beragama kearah yang lebih baik, cerdas, rukun, mandiri, dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan visi dan misi yang dapat digunakan sebagai strategi.
Acara kali ini dimeriahkan pula dengan tari Jempiring, pembacaan sloka, dan mesatua Bali yang disimak dengan antusias oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Sebagai penutup, dilangsungkan simakarma yang merupakan ajang silaturahmi dan maaf-memaafkan guna mempererat persaudaraan yang selama ini telah dibina dengan baik. (sta)