Mari Pererat Tali Persaudaraan Sesama Umat Beragama Melalui Dharma Shanti di Kementerian Agama Kota Denpasar
(Minggu, 6 Mei 2012) - Kementerian Agama Kota Denpasar mengadakan kegiatan Dharma Santi yang merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934 dengan Tema “ Melalui Dharma Santi Tahun Caka 1934 Kita Pererat Tali Persaudaraan di Antara Sesama, Guna Terwujudnya Santi Jagadhita dalam Bingkai NKRIâ€. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kemenag Kota Denpasar pada pukul 09.00 WITA yang dihadiri oleh Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali (IGAK Suthayasa, M.Si), Ketua FKUB Kota Denpasar (Ida Bagus Wiyana), Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali (Ida Bagus Mastika, M.Phil.H.), Kakemenag Kota Denpasar (IB. Made Oka Yusa Manuaba,SH), Para Pimpinan Lembaga Keagamaan, Jajaran Muspika Kecamatan Denpasar Utara, serta Para Pejabat Struktural dan Fungsional di Jajaran Kementerian Agama Kota Denpasar.
Acara diawali oleh penampilan dari siswa SD Kartika VII Denpasar dengan mempersembahkan tari Sekar Jempiring, yang dilanjutkan dengan pembacaan Sloka Suci Weda yang dibawakan oleh Siswa SMA Negeri 4 Denpasar. Ka.Kemenag Kota Denpasar dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datangnya dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan undangan untuk menghadiri acara tersebut. “Acara Dharma Santi sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran keagamaan, sehingga dapat menjadikan spirit menjalani kehidupan demi terwujudnya kesadaran dan kebahagiaan hidup†Sementara Ka.Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali dalam sambutannya menyampaikan apresiasi untuk seluruh umat beragama yang berhasil menjaga kerukunan di Bali, hal tersebut tercermin pada rasa toleransi sesama umat beragama pada perayaan Nyepi yang berlangsung pada bulan Maret lalu. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa Senjata Dewata Nawa Sanga oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang didampingi oleh Kepala Bidang Urusan Agama Hindu dan Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar kepada empat Bendesa Pakraman di Kota Denpasar yaitu Bendesa Pekraman Denpasar, Kepaon, Praupan dan Pedungan.
Acara dilanjutkan dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Ketua FKUB Kota Denpasar, Drs. Ida Bagus Wiyana yang mencermati makna Perayaan Hari Raya Nyepi sebagai upaya menjaga kerukunan intern umat beragama, antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan pemerintah. Selain membawa misi kedamaian, Nyepi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan hidup serta membangun Bhutahita (kesejahteraan lingkungan) menuju Sarwaprani Hitangkarah (kebahagiaan semua makhluk). Bagaimana kita memandang dan merangkul semua agama untuk menjadi satu visi dalam mewujudkan kerukunan anatar umat beragama, meski berbeda keyakinan. “ Jadi Perayaan Hari Raya Nyepi adalah upaya umat Hindu untuk mewujudkan Shanti lan Jagadhita “ ujar beliau. Di akhir acara sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya tradisional Bali, pewarisan tradisi, dan transformasi nilai moral, acara dilanjutkan dengan “Masatwa Bali†dengan tema Sang Lanjana , yang dibawakan dengan apik oleh Siswa Pasraman Sekee Demen, Pimpinan Drs. I Wayan Sugita, M.Si. (win)