Mari Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama Melalui Pembinaan KUB di Kota Denpasar
Denpasar, 7 Juni 2012 Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar mengadakan kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama melalui Pagelaran Seni yang diadakan di Stage Barong Dance Sari Wisata Budaya,Jl. Bypass Ngurah Rai Br. Kajeng Pemogan. Kegiatan yang dihadiri oleh Ka.Kanwil Kemenag Prov. Bali, IGAK Suthayasa, M.SI yang didampingi oleh Plt. Ka.Kemenag Kota Denpasar, I Made Subawa. Undangan yang hadir diantaranya Bendesa Adat, Camat Denpasar Selatan, serta peserta pembinaan Kerukunan Umat Beragama di wilayah Denpasar Selatan. Tema Kegiatan KUB tahun 2012 adalah Melalui Pembinaan Kerukunan Umat Beragama Kita Wujudkan Bali Aman dan Sejahtera.
Bendesa Pekraman Kepaon, Ida Bagus Suteja, menyambut baik perhatian Kementerian Agama pada kerukunan umat beragama dan beliau menyampaikan rasa bangganya karena Desa Pekraman Kepaon terpilih sebagai tempat pembinaan Kerukunan Umat Beragama tahun ini “ Saya sangat berterimakasih kepada Kementerian Agama Prov. Bali, karena telah memilih Desa Pekraman Kepaon sebagai tempat untuk melaksanakan pembinaan Kerukunan Umat Beragama di tahun 2012 ini, serta menerima bantuan sosial berupa sembako “ ujar beliau. Sementara itu Plt. Ka.Kemenag Kota Denpasar menegaskan bahwa Kota Denpasar sebagai Kota multietnik dan multiagama memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Dengan maksud agar kerukunan umat beragama yang bergerak dinamis sehingga diperlukan deteksi dini atas berbagai kemungkinan ancaman dan gangguan yang dapat muncul setiap saat. Dalam hal ini, Kantor Kemenag Kota Denpasar sudah melakukan hal-hal strategis, seperti pertemuan forum pemuka agama, FKUB, sosialisasi PBM No. 9 dan 8 tahun 2006 dan kegiatan sejenis lainnya. Dengan harapan tidak terjadi konfik horizontal di kota Denpasar.
Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali dalam sambutannya menyampaiakan bahwa Agama dapat menjadi solusi/strategi untuk memediasi konflik-konflik yang terjadi dimasyarakat. Beliau lebih menitik beratkan pada prinsip-prinsip kebersamaan diantaranya ; prinsip persaudaraan antar umat beragama (menyama braya), memajukan aspek kebersamaan untuk mengatasi perbedaan (aspek sosial), jadikanlah agama sebagai sinar yang dapat mempererat persatuan sehingga mampu mengatasi konflik-konfik yang ada. Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa sembako secara simbolis oleh Ka.Kanwil Ka. Kamenag Prov. Bali yang disaksikan oleh Plt. Ka.Kamenag Kota Denpasar, Bendesa Pekraman Kepaon dan Camat Denpasar Selatan. Kegiatan berikutnya dilanjutkan penampilan pagelaran seni yang diisi dengan pementasan budaya lokal yaitu Bondres oleh sakaa bondres Salju. (win)