Pembinaan Kerukunan Antar Umat Beragama Melalui Pegelaran Seni
(Denpasar - Rabu, 8 Juni 2011) Kementerian Agama sebagai instansi yang memiliki kewajiban untuk mengatur lalu-lintas keagamaan dan hubungan antar agama, memiliki peranan yang sangat penting di dalam memupuk rasa kebersamaan, toleransi, dan kekeluargaan antar umat beragama.
Bertempat di Wantilan Pura Desa Peguyangan, Desa Pekaraman Peguyangan Denpasar, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar serta di dukung Kanwil kementerian Agama Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama dengan pendekatan budaya lokal. Kegiatan mengambil tema “Melalui Dialog karya, Kita Tingkatkan Kualitas Kerjasama Sosial Kemasyarakatan dan Sosial Keagamaanâ€. Kegiatan ini diawali dengan acara persembahyangan bersama di Pura Desa Peguyangan.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H. Syamsul Bahri, M.PdI, mewakili Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kesbangpol Linmas Kota Denpasar, Ka Kanmenag Kota Denpasar selaku ketua panitia, Kabag Kesra Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, FKUB, Majelis Madya Desa Pekraman Denpasar, perwakilan dari Danramil dan Poltabes, serta tokoh masyarakat Desa Peguyangan.
Adapun peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini berjumlah 100 orang dari masyarakat lintas agama yang ada di wilayah Desa Pekraman Denpasar.
Dalam sambutannya, Kakanmenag Kota Denpasar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, SH, selaku Ketua Panitia, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat dan Prajuru Desa Pekraman Peguyangan yang telah menyiapkan tempat dan segala sesuatu berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ini. Pemilihan Kota Denpasar sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan ini dirasa cukup tepat dan signifikan dengan melihat fenomena sosial budaya masyarakat Denpasar dewasa ini. Sebagimana diketahui Kota Denpasar telah tumbuh menjadi Kota Multikultural seiring dengan masuknya penduduk pendatang. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan penduduk Kota Denpasar yang dalam 10 tahun terakhir mencapai 4 %. Pada akhirnya Kota Denpasar tumbuhmenjadi pusat pertemuan antar suku, ras, dan agama sehingga menampakkan ciri masyarakat multikultural.
Disampaikan juga tujuan kegiatan ini adalah selain untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kehadapan Tuhan, mengenal lebih dekat keberadaan rumah ibadah, prinsip saling menghormati antar umat, serta mengetahui kondisi sosial umat beragama di daerah.
Pegelaran Bondres dari sekaa bondres Dadong Rerod dkk, mampu mengocok perut penonton selama hampir satu jam. Tema-tema kerukunan umat beragama juga sering diluncurkan dengan dibalut nuansa humor. Dan kegiatan ini diakhiri dengan pemberian tali kasih berupa kebutuhan pokok kepada masyarakat lintas agama yang ada di Desa Pekraman Peguyangan (Gt)