Pembinaan Pemuda Buddhis Kota Denpasar
Pembinaan Pemuda Buddhis dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 3 Juni 2012 bertempat di Hotel Taman Wisata dengan tema “Melalui Pembinaan Pemuda Buddhis Kita Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan untuk Kemajuan Buddhasasanaâ€. Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Bapak I Made Subawa, SE. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pemuda Buddhis sebagai Pemuda memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu tanggung jawab dan peran strategis pemuda di segala dimensi pembangunan perlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Selanjutnya Ketua DPD PATRIA Bali I Made Adnyana, SH. mengajak pemuda Buddhis untuk berbakti dan berkarya karena posisi wadah atau organisasi kepemudaan agama sangat strategis dalam pengabdiannya kepada agama yang dianut. Untuk memantapkan posisi tersebut hendaknya dipahami faktor-faktor pendukung, baik internal maupun eksternal. Faktor internal ini bagaimana membangkitkan dan menumbuhkembangkan jiwa, semangat, kesadaran dari dalam diri sendiri untuk terlibat aktif dalam segala kegiatan keagamaan. Sedangkan faktor eksternal tentu saja hal-hal yang di luar individu yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menggemakan Dhamma di masyarakat.
Penyelenggara Bimas Buddha, Komang Girinala menyampaikan materi Sepuluh syarat menjadi Pemimpin yang Baik kepada 20 orang peserta yang berasal dari Pemuda Theravada Indonesia Bali. Sepuluh hal itu antara lain; kedermawanan, bermoral, berkorban, tulus hati dan bersih, ramah tamah, sederhana, tidak berniat jahat, tanpa kekerasan, sabar dan rendah hati, tidak menimbulkan atau mencari pertentangan. Kesepuluh syarat di atas, sebagian besar berisikan pengendalian diri sendiri. Sang Buddha mengajarkan cara menguasai diri sendiri sebagai dasar agar dapat menjadi pemimpin yang baik, bukan cara menguasai atau memaksa orang lain yang dipimpin. Seni kepemimpinan Buddhis adalah seni memimpin yang dimulai dari memimpin diri sendiri baru kemudian orang lain. Karena keteladanan adalah cara yang paling ampuh dalam memimpin sekelompok orang atau organisasi.(gr)