Pembinaan Sekaa Santi
Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pelayanan Agama Hindu melalui pembinaan Sekaa Santi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 18 Juni 2011 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dengan melibatkan 60 peserta dari beberapa Sekaa Santi yang ada di Kota Denpasar. Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, SH (Ka. Kamenag Kota Denpasar), I Ketut Wartayasa, S.Ag, M.Ag (Kasi. Urusan Agama Hindu Kamenag Kota Denpasar), Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum (Dosen Fakultas Sastra Univ. Udayana), dan Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si (Dosen Univ. Hindu Indonesia Denpasar).
Dalam pemaparannya, Oka Yusa Manuaba menekankan pentingnya Sekaa Santi dalam pelestarian agama Hindu dan Kebudayaan Bali, terutama juga dalam mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kota Denpasar menjadikan Denpasar sebagai Kota Berwawasan Budaya. Hal ini juga ditegaskan oleh Wartayasa bahwa keberadaan Sekaa Santi memiliki fungsi yang sangat signifikan dalam pelaksanaan ajaran agama Hindu.
Sementara itu, dua orang akademisi yang memang memiliki keahlian di bidang Sastra Jawa Kuna dan Bahasa Bali, memberikan materi yang ditujukan pada peningkatan kualitas Sekaa Santi. Prof. Suarka misalnya, menyoroti pentingnya fungsi Sekaa Santi dalam mengupas makna dan nilai ajaran Agama Hindu yang terkandung dalam kesusasteraan Hindu, baik dalam kidung maupun Kakawin. Sebaliknya, Dr. Suka Yasa menegaskan pentingnya memahami kode sastra, budaya, dan agama dalam memaknai sebuah bait kidung atau Kakawin. Menarik dari pembinaan ini bahwa peserta tidak hanya diberikan teori-teori, tetapi juga praktik secara langsung dengan “Magending†bersama.
Peserta terlihat cukup puas dengan pembinaan yang diberikan. Ini tampak dari tidak ada satupun peserta yang meninggalkan ruangan sejak dibuka secara resmi oleh Ka. Kamenag Kota Denpasar hingga berakhirnya acara. (Nng)