(Kankemenag Kota Denpasar) Bertepatan dalam acara peresmian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Denpasar Timur pada Sabtu (8/4) lalu, yang dihadiri oleh Wakil Walikota Denpasar, Rektor IHDN Denpasar, Direktur Penais Kementerian Agama RI, Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Ka. Kankemenag Kab./Kota se Bali, Kepala KUA se Bali, tokoh masyarakat, jajaran SKPD terkait, serta segenap jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menekankan dua hal pentingyang harus dipahami dalam pelayanan KUA kepada masyarakat.
Hal pertama yang ditekankan oleh Menteri Agamaadalah peningkatan nilai kemanfaatan KUA dengan lebih memungsikan sebagai tempat memberikan bimbingan pra nikah. Menteri Agama menilai pernikahan saat ini dianggap sebuah hal yang biasa-biasa saja, nilai kesakralan dan kesuciannya sudah semakin memudar karena persoalan yang sangat kompleks, sehinga kawin cerai menjadi sesuatu yang lumrah. Hal ini dinilai sebagai tantangan bagi penghulu untuk memberikan bimbingan melalui program bimbingan pra nikah bagi pemuda pemudi sehingga ketika memasuki lembaga pernikahan mereka cukup siap dengan bekal yang sifatnya material dan imaterial, memahami apa hakekat pernikahan, dan tanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak, sehingga angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga tidak terus meningkat. Menteri Agama mengungkapkan bahwa disinilah agama berperan dalam memberikan pokok-pokok dan landasan bagaimana membangun keluarga, karena keluarga merupakan komunitas terkecil dari masyarakat yang harus dijaga dan dipelihara bersama kualitasnya, sebab hal ini akan berdampak pada kualitas masyarakat yang akan memberikan kontribusi dalam membangun peradaban Bangsa Indonesia sekaligus peradaban dunia di era globalisasi ini.
Hal kedua yang ditekankan oleh Menteri Agama, yakni fungsi KUA sebagai tempat memberikan bimbingan manasik haji. Haji saat ini dinilai semakin tinggi angka antriannya, Menteri Agama mengharapkan mereka-mereka yang sudah berangkat berhaji bisa mencapai esensi dalam berhaji yakni mencapai derajat kemabruran, yang tidak hanya semata meningkatkan kualitas peribadatannnya kepada Allah SWT, namun yang tidak kalah pentingmereka mampu meningkatkan fungsi sosialnya. Menteri Agama mengungkapkan bahwa esensi berhaji selain meningkatkan kualitas peribadatan atau kesalehan individual berhaji juga harus dapat meningkatkan kesalehan sosial. Banyak ulama mengatakan kesalehan sosial itu jauh lebih diutamakan daripada kesalehan individual, karena agama hadir tidak hanya untuk Tuhan saja namun untuk menebarkan kemaslahatan bagi alam semsesta, jadi kesalehan sosial harus menjadi fokus utama, karena disitulah letak kemabruran haji seseorang, ungkap beliau.(sta)
18 Februari 2026
18 September 2025