Menu

Bakti Sosial HAB Ke 68

  • Selasa, 31 Desember 2013
  • 1075x Dilihat

(Kakemenag Kota Denpasar) Suasana sebuah rumah di Perum. Permata Arsandi Blok C Jl. Nangka Denpasar tampak berbeda, seorang wanita bertongkat tampak menyambut hangat kedatangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar beserta jajarannya. Meskipun belum bisa lepas total dari tongkat yang telah dipergunakannya selama ± 6 tahun belakangan ini, wajah wanita yang berprofesi sebagai guru agama Hindu di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar ini tampak senantiasa dihiasi senyum baik dalam kesehariannya maupun dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik di SD 1 Tonja. Wanita dengan nama lengkap Ni Made Putri ini telah menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama sejak tahun 2000 hingga kini, dan tepat pada pelaksanaan rangkaian kegiatan HAB tahun 2007, Ibu Putri (sapaan akrabnya) mengalami kecelakaan saat ikut berpartisipasi pada perlombaan tarik tambang sebagai wujud solidaritas dan semangat untuk memeriahkan HAB pada tahun tersebut. Kecelakaan yang telah mengakibatkan cidera pada kaki kiri Ibu Putri ini kini telah berangsur membaik setelah beliau mengikuti terapi setiap 2 kali seminggu, Ibu Putri mulai bisa melepaskan tongkatnya pada permukaan-permukaan yang datar dan hanya mempergunakan tongkatnya pada medan-medan yang sulit, seperti tangga ataupun lapangan.

Dalam momen HAB ke 68 ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, SH bersama dan rombongan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar turun langsung untuk menyapa, bersilaturahmi, sekaligus memberikan bantuan sosial kepada Ibu Putri. Percakapan mengalir begitu saja, rasa keakraban pun langsung terasa saat tawa pecah ditengah-tengah percakapan antara Ibu Putri dan rombongan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, tidak ada sekat yang membedakan antara atasan maupun bawahan, semuanya membaur akrab dalam suasana kekeluargaan. Pada saat penyerahan bantuan, Kepala Kantor turut mendoakan agar keadaan Ibu Made Putri bisa pulih sepenuhnya, dan bisa segera beraktifitas lancar tanpa menggunakan tongkat lagi, Beliau juga menitipkan pesan, untuk tidak menilai bantuan ini dari nilai finansialnya, tetapi bahwa bantuan ini merupakan wujud perhatian dari keluarga besar Kementerian Agama khususnya Kota Denpasar dalam menjaga semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan kepedulian kepada sesama, terlebih lagi kita berada dibawah satu intitusi yang sama. (sta)