Berkibarlah Sangsakaku
(Kemenag Kota Denpasar) Minggu (17/8) MIN Denpasar merayakan kemenangan kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 dengan melaksanakan upacara bendera bersama seluruh guru dan murid MIN Denpasar bertempat di halaman MIN Denpasar.
Kepala MIN Denpasar Hj. Ninik Surani, S.PjI dalam pidatonya menjelaskan bagaimana secara tegas “Saudara-saudara, apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun ’33 Soekarno telah menulis risalah yang bernama ‘Mencapai Indonesia merdeka’. Maka didalam risalah tahun’33 itu, telah Soekarno katakan, bahwa kemerdekaan, polietieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain tak bukan, ialah satu jembatan, satu jembatan emas. Soekarno katakan didalam kitab itu, bahwa diseberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.” Soekarno menjelaskan bahwa Indonesia harus siap merdeka. Indonesia tidak perlu menunggu segalanya menjadi baik, baru memberanikan diri untuk merdeka, lepas dari penjajah. Menurut Soekarno, mengutip perkataan Armstrong, Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka hanya satu malam. Sebanyak 80 persen rakyatnya pada waktu itu masih nomad, bahkan mereka tidak tahu bahwa mobil harus menggunakan bensin, sehingga rakyatnya pernah memberikan gandum pada mobil Ibn Saud. Setelah proklamasi kemerdekaan barulah Ibn Saud membangun rakyatnya. Jadi kemerdekaan adalah jembatan emas. Di dalam Indonesia merdeka itulah baru kita memerdekakan rakyat kita (lihat pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945) . Dalam dunia pendidikan, mestinya kemerdekaan dimaknai dengan sebuah kerja keras. Bukan hanya euphoria atas dilahirkannya sebuah prestasi, atau koreksi berlebih atas timpangnya sebuah sistem, tetapi keinginan luhur untuk membangun manusia Indonesia berwatak dan berkepribadian Indonesia adalah konsekuensi kemerdekaan yang harus dipikul oleh semua orang, khususnya pendidik.(pmt)
18 Februari 2026
18 September 2025