Setiap manusia memiliki hak untuk menjadi lebih baik, demikian juga halnya dengan para narapidana (napi) yang tengah menjalani masa hukumannya di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Salah satu upaya yang dijalankan oleh pihak Kemenkumham dalam upaya membina jiwa para napi adalah dengan menggandeng Kementerian Agama dalam upaya memberikan ceramah maupun bimbingan kerohanian agar selama menjalani masa hukumannya mereka bisa memperoleh kesadaran diri, menginsafi kesalahannya, menumbuhkan kedekatan diri dengan Tuhan, kembali kejalanNya, dan saat mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat mereka bisa hidup lebih baik lagi.
Terkait dengan hal ini, tim penyuluh agama Kristen di wilayah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, yang salah satunya adalah penyuluh Kristen Kankemenag Kota Denpasar, Ibu Pendeta Mariana Susanti, S.Th. melakukan bimbingan kerohanian bagi napi yang beragama Kristen di gereja Kristen Lapas Kerobokan Kelas 2A, pada Selasa (4/9) lalu. Dalam materi bimbingannya, Ibu Pendeta Merry mengangkat materi 'Allah itu Baik' (Mazmur 73 : 1-20). Beliau memaparkan bahwa setiap orang bisa mengatakan Allah itu baik namun dalam konteks pemahaman dan pengalaman yang berbeda-beda, misalnya melalui mendengar kisah atau menerima langsung hal baik dariNya. Namun sebaliknya ada juga yang merasakan bahwa Allah itu tidak baik karena menghadapi banyak masalah di dalam kehidupannya.