Menu

Bina Rohani melalui Tradisi Gending Bali pada Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan

  • Kamis, 17 Juli 2025
  • 200x Dilihat

Denpasar, 17Juli 2025

Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar Alit Aryawati Apriltini, Ida Ayu Made Ratih Prabadewi dan Ni Kadek Mardiasni melaksanakan bimbingan atau penyuluhan pada Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan.

Kegiatan Bina Rohani pada hari ini,  penyuluh agama berbagi penguatan literasi Hindu melalui gending tradisional Bali yang sarat akan filosofinya yaitu "Gending Mebanten Sumping Keladi".

"nyampat -nyampat macaniga mabanten sumping keladi". Begitulah sekilas kutipan dari tembang (gending) tersebut. Penyuluh berbagi keceriaan dengan bernyanyi bersama ibu-ibu warga lapas.

Nyanyian tersebut menyiratkan betapa mulianya kekayaan warisan leluhur zaman dahulu memberikan nilai-nilai ajaran kehidupan yang adi luhung. Nyanyian ini biasa dilagukan pada prosesi ritual keagamaan Hindu di Bali.

Gending tersebut memberikan perenungan sebagai penguatan refleksi diri seperti liriknya "Nyampat" berarti menyapu atau membersihkan tempat dengan media sapu. Esensinya bahwa sebagai manusia pentingnya memiliki kesadaran dalam mewujudkan hidup bersih baik pembersihan raga ( tubuh) dan juga pembersihan lahir batin secara rohani. Pembersihan tersebut agar mampu menata diri menjadi lebih baik menciptakan kenyamaan dan ketenangan batin serta wujud Bhakti penyucian diri kehadapan Tuhan Yang Maha Esa. (iapw)