(Kankemenag Kota Denpasar) Perilaku dan moral generasi penerus bangsa di tengah-tengah kemajuan teknologi informasi dan dunia sosial media kini dirasa semakin menurun, hal ini bisa dilihat dari makin maraknya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh pelaku berusia remaja. Kemajuan teknologi dirasa bagaikan pisau bermata dua, yang dapat memudahkan segala aspek kehidupan sekaligus dapat menjerumuskan ke arah hal-hal negatif apabila tidak dipergunakan dengan bijak.
Masalah-masalah remaja ini merupakan tanggung jawab bersama baik pihak keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, maupun pemerintah. Menyadari peran penting Kementerian Agama yang tertuang dalam salah satu misi “Meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan”, bertempat di Hotel Sunda Denpasar, Sabtu (5/4) lalu, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar mengadakan kegiatan pembinaan budi pekerti bagi pelajar tingkat menengah se-Kota Denpasar. Pembinaan yang dihadiri oleh 50 orang pelajar dari SMP 10, SMP 7, SMA 8, dan SMA 4 Denpasar ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dan diisi oleh narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, dan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Denpasar.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, SH berpesan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa sebagai generasi muda calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, hendaknya mengisi masa remaja dengan hal-hal yang bermanfaat serta meningkatkan self control diri dalam menyikapi perubahan dan perkembangan jaman yang demikian pesatnya. Selanjutnya, beliau mengungkapkan bahwa kecerdasan intelegensia (IQ) haruslah dibarengi dengan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) sehingga dapat mewujudkan keseimbangan diri dalam menyikapi dan menjawab tantangan-tantangan kehidupan kedepannya.
Selain pemaparan tentang etika berlalu lintas yang disampaikan oleh Ibu Made Mindri dari Polresta Denpasar, para peserta pun mendapat informasi penting akan bahaya dan peredaran narkoba saat ini oleh Ibu Ketut Adi Lisdiani, S.KM., M.HP.Ed (Kabid Pencegahan BNN Provinsi Bali). Ibu Adi menekankan bahwa tidak ada dampak positif dari penyalahgunaan narkoba, “Tidak ada satu orang tua pun di dunia ini yang bisa tidur tenang apabila anak harapan masa depannya menjadi pecandu narkoba” ungkap beliau, terlebih lagi narkoba hanya akan membawa kemunduran daya pikir, kehancuran rumah tangga dan kehancuran masa depan, serta mengakibatkan berbagai penyakit yang akan berujung pada kematian.
Para peserta tampak menyimak materi dengan serius dan mengikuti sesi tanya jawab dengan sangat antusias. Di akhir paparan materi, seluruh peserta yang hadir selaku generasi muda penerus masa depan bangsa menyatakan komitmennya untuk menjadi kader dalam mewujudkan 2 hal, yaitu “Say No To Drugs” dan “Menerapkan disiplin budaya berlalu lintas”. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025