Menu

Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama Antara Pemuka Agama dan Masyarakat Hindu Tahun 2024

  • Sabtu, 23 Maret 2024
  • 907x Dilihat

Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama Antara Pemuka Agama dan Masyarakat Hindu Tahun 2024

"Jana Santih Sadhu Dharma Nuraga"

Menjadi agenda rutin yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melalui Seksi Urusan Agama Hindu, Sabtu (23/3) pagi tadi, menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama Antara Pemuka Agama dan Masyarakat Hindu Tahun 2024 setelah usainya pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1946 yang jatuh pada 11 Maret 2024 lalu.

Hadir pada kegiatan hari ini yakni Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Ibu Komang Sri Marheni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan beserta Ka. Subbag TU, Bapak Ida Bagus Dibya, Ida Bagus Gede Tri Guna selaku Ditjen Bimbingan Masyarakat Hindu masa bakti tahun 2006-2019, Bapak Kanwil Agama Provinsi Bali masa bakti tahun 1999, Kasi Penyelenggara beserta jajaran ASN Kemenag Kota Denpasar, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kota Denpasar.

Laporan Ketua Panitia, Ida Bagus Dibya menyampaikan terimakasih kepada peserta yang hadir pada hari ini, marilah kita mengaturkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkenan-Nya kita dapat berkumpul bersama-sama di tempat ini dalam acara Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama Antara Pemuka Agama dan Masyarakat Hindu Tahun 2024 bertemakam "Jana Santih Sadhu Dharma Nuraga" di Nirmala Hotel Converation Denpasar.  Kegiatan ini terselenggara serangkaian usainya perayaan hari Suci Nyepi dimana filosofi mengandung makna untuk saling memaafkan atau sesama untuk mencari yang bertujuan untuk mewujudkan harmonis, baik itu toleransi saling rasa saling menghormati dan menghargai serta rasa terima kasih kepada sesama umat manusia serta seluruh makhluk hidup yang ada di dunia. Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan sikap saling memaafkan antar sesama untuk mencari kedamaian yang bertujuan untuk mewujudkan harmoni baik itu toleransi rasa saling menghormati dan menghargai. Pada kesempatan ini juga kami akam mensosialisasikan RBKS Kota Denpasar.

Sambutan Kepala Kantor, terimakasih kepada Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat yang telah hadir pada Dialog Kerukunan Umat Beragama dan Moderasi Beragama Antara Pemuka Agama dan Masyarakat Hindu Tahun 2024. Dapat kita ketahui bahwa pada tahun 78 Masehi kemudian seiring dengan waktu di India kemudian dilanjutkan lagi pada zaman kerajaan Majapahit yaitu tertuang di dalam kekawin Negarakertagama itu disebutkan dalam bait yang ke-8 kemudian ada yang ke-12 85 sampai dengan yang ke 92 hari raya Nyepi dilaksanakan di Kerajaan Majapahit yaitu di Paseban Agung Kerajaan Majapahit dengan mendatangkan dan mengumpulkan para pejabat-pejabat tinggi baik tingkat tinggi maupun ke tingkat desa.
Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan dan mengevaluasi moral moral masyarakat jadi meningkatkan etika perilaku dan sikap susila masyarakat jadi mengevaluasi sama dengan begitu seiringnya Kerajaan Majapahit kemudian diwariskan dilanjutkan di Pulau Bali maka hari raya Nyepi ini sekarang di Bali dirayakan dengan penuh hikmat dan penuh dengan sepi penuh dengan sunyi. 
Maka itu hari Suci Nyepi makrokosmos itu mencari titik nol.
Pada saat Nyepi ini alam makrokosmos pun juga mengevaluasi dirinya sendiri agar orbitnya tidak membentur terhadap alam atmosfer yang lain planet-planet yang lain sehingga namanya itu dalam istilah alam makrokosmos itu mengoreksi dirinya sendiri agar tidak terjadi benturan-benturan antara planet satu dengan yang lain apabila terjadi benturan akan mempengaruhi juga makhluk yang ada di sekitar termasuk kita sendiri akan juga mempengaruhi alam pun juga mengevaluasi kita pun juga alam mikro mengevaluasi kita sendiri sehingga terjadi keseimbangan.

Nyepi itu bisa dilanjutkan dengan dharma shanti ini untuk mengevaluasi sikap perilaku etika moral masyarakat sesuai spririt Kota Denpasar Vasudhaiva Kutumbakam.

Sambutan Ka. Kanwil, apresiasi kami sampaikan kepada seluruh hadirin dan pelaksana yang bersama-sama pada pagi hari ini kita melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag Kota Denpasar yakni kegiatan Dialog Intern Umat Beragama Hindu dan Moderasi Beragama Hindu Antar Pemuk Agama Dan Masyarakat Hindu Tahun 2024 yang dikaitkan dengan Dharma Shanti Tahun Caka 1946 dimana dialog yang dilaksanakan in bertemakan melalui dialog kerukunan umat beragama dan umat beragama kita wujudkan umat Hindu yang sakit itu di sini ada tema Santi Darma Nuraga kerukunan intern umat beragama dan antar umat beragama. Dialog yang dilaksanakan adalah mempertemukan antara tokoh agama yang ada di Kemenag Kota Denpasar. 

Hadirin yang berbahagia tema ini lebih mengusung kepada perdamaian, jadi dengan dialog kita bersama-sama diajak untuk mewujudkan kerukunan yang sudah memang terwujud di kota Denpasar khususnya di Provinsi Bali karena dengan dialog kita bersama-sama akan dapat mempromosikan pemahaman untuk kita bisa saling menghargai juga dan juga memperkuat toleransi beragama kita dan nanti Tahun 2022 pemerintah khususnya minat menetapkan sebagai tahun toleransi dan di tahun 2023 menetapkan sebagai tahun kerukunan umat beragama dan kini lanjut di tahun 2024 ini.

Mari kita perkuat moderasi beragama jadi dengan tema yang diangkat ini sangat pas sekali bahwa kita di Bali tentunya harus tetap menjaga kerukunan umat beragama jadi sangat penting sekali dialog itu dilaksanakan melalui kegiatan Dharma Shanti ini kita akan membangun sebuah kedamaian karena dengan dialog perdamaian dan kerukunan akan bisa tetap kita jaga karena dengan dialog akan mampu kita nantinya mengatasi konflik-konflik dan juga mendorong adanya kolaborasi untuk kita bisa menyelesaikan masalah baik itu masalah sosial maupun juga masalah masyarakat dan kemanusiaan. (kd) #SantihMelayani