Menu

Edukasi Ekoteologi Melalui Mimbar Khutbah; Kemenag Kota Denpasar Bagikan Materi Khutbah Pelestarian Untuk Para Dai Kota Denpasar

  • Jumat, 13 Februari 2026
  • 185x Dilihat

DENPASAR – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Denpasar melakukan langkah progresif dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pendekatan religius. Melalui program SAPTA (Sinergi Agama untuk Pelestarian Alam), Kemenag menggagas gerakan kepedulian lingkungan yang disampaikan melalui bahasa agama di atas mimbar-mimbar khutbah.

Program SAPTA bertujuan menyentuh kesadaran masyarakat dengan konsep Ekoteologi, yakni mengintegrasikan pemahaman teologis dengan tanggung jawab menjaga ekosistem. Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah penyediaan materi khutbah Jumat tematik bagi para dai dan penyuluh agama di seluruh Kota Denpasar.

Hingga saat ini, program SAPTA telah menerbitkan tiga teks khutbah Jumat yang siap didiseminasikan kepada umat. Ketiga judul tersebut merupakan karya dari Muhammad Muhlisin, S.Pd.I selaku agen perubahan tim Zona Intergritas Kantor kemenag Kota Denpasar dengan tema ekoteologi yang ditugasan untuk membawa pesan mendalam tentang hubungan manusia, Tuhan, dan alam, di antaranya:

1. Merawat Alam Menjaga Iman; Menjadi Umat yang Memakmurkan Bumi. link : https://bit.ly/merawatalammenjagaiman

2. Menjaga Alam; Sesungguhnya Binatang dan Tumbuhan Bertasbih kepada Allah. link : https://bit.ly/alambertasbih

3. Menjaga Air Sebagai Amanah dan Sumber Kehidupan. link : https://bit.ly/menjagaairsumberkehidupan

Gerakan ini mulai mendapatkan respons positif dari para praktisi dakwah. Salah satunya adalah Ust. M. Anwar Chudori yang telah mengimplementasikan materi tersebut saat menyampaikan khutbah di Mushola Kantor BPK Provinsi Bali, Jl. Panjaitan No. 2, Denpasar Timur.

Dalam orasinya, Ust. Anwar Chudori mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali perilaku sehari-hari terhadap alam, terutama dalam penggunaan air. Ia menekankan bahwa air adalah amanah sekaligus sumber kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya demi masa depan.

Kemenag Kota Denpasar melalui program Sapta berkomitmen untuk terus memproduksi materi edukasi dengan tema-tema lingkungan terbaru. Harapannya, melalui konsistensi edukasi di mimbar agama, masyarakat dapat menyadari bahwa melestarikan alam bukanlah sekadar isu sosial, melainkan bagian dari perwujudan iman.

Dengan sinergi antara ulama, umara, dan umat, diharapkan tercipta lingkungan yang lestari dan kehidupan yang nyaman bagi generasi mendatang di Kota Denpasar.