Menu

Edukasi Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Denpasar: Refleksi Hari Kartini, Sinergi Emansipasi, dan Kemuliaan Muslimah

  • Kamis, 23 April 2026
  • 150x Dilihat

DENPASAR – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digelorakan di tengah masyarakat perkotaan binaan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Bertepatan pada Rabu (22/4), Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Denpasar menggelar bimbingan dan penyuluhan spesial bagi jamaah Majelis Taklim Ar-Rohmah dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026.

Hadir sebagai narasumber, Afifatun Nisak (Penyuluh Agama Islam), membawakan materi inspiratif bertajuk: "Emansipasi Kartini: Sinergi dengan Peran Muslimah Saat Ini". Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran penyuluhan dalam meluruskan makna emansipasi.

"Emansipasi dalam Islam bukanlah upaya menanggalkan kodrat, melainkan kesempatan bagi perempuan untuk berdaya, berpendidikan, dan memberikan manfaat luas bagi keluarga maupun masyarakat tanpa meninggalkan nilai religius," jelas Afifatun.

Melalui sudut pandang penyuluhan agama, Afifatun mengajak jamaah merefleksikan sisi kemanusiaan RA Kartini yang wafat di usia muda (25 tahun) pasca melahirkan. Terdapat tiga poin utama yang ditekankan:

Kemuliaan Syahidah: Mengingatkan bahwa peran ibu adalah perjuangan hidup dan mati yang bernilai ibadah tinggi. Dalam Islam, perempuan yang wafat saat atau pasca melahirkan memiliki kedudukan mulia.

Literasi Kesehatan Reproduksi: Penyuluh menekankan bahwa emansipasi nyata juga berarti sadar akan kesehatan. Akses kesehatan yang baik adalah bentuk ikhtiar untuk menekan risiko kematian ibu.

Membangun Warisan (Legacy): Meski wafat muda, pemikiran Kartini abadi. Ini menjadi motivasi bagi muslimah untuk fokus pada amal jariyah dan manfaat yang ditinggalkan bagi generasi mendatang.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan diskusi interaktif dan doa bersama. Melalui bimbingan ini, Penyuluh Agama Islam berharap jamaah Majelis Taklim Ar-Rohmah mampu mensinergikan peran domestik dan intelektual secara seimbang.

"Kecerdasan dan akhlak adalah pondasi. Muslimah harus tangguh di era modern demi mencetak generasi emas yang berkarakter," pungkasnya