Menu

FPMI dan Kemenag Denpasar Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Pendataan ABK di Madrasah

  • Rabu, 08 Oktober 2025
  • 181x Dilihat

DENPASAR – Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Kota Denpasar bekerja sama dengan Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Denpasar sukses menggelar sosialisasi bertajuk Pencegahan Paham Radikalisme dan Pendataan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Acara ini berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Aula MI Kalifa Nusantara, Denpasar, dan dihadiri oleh seluruh kepala madrasah RA, MI, MTs, MA se-Kota Denpasar serta perwakilan guru.

Sosialisasi ini menyoroti dua isu strategis yang menjadi perhatian dunia pendidikan saat ini, yakni pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), serta optimalisasi pendataan ABK melalui platform Profil Belajar Siswa (PBS).

Madrasah Sebagai Benteng Moderasi Beragama

Untuk menangkal penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan, Kemenag Denpasar menghadirkan narasumber dari Tim Khusus, termasuk perwakilan Densus 88. Para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai karakteristik paham IRET dan strategi pencegahannya di lingkungan madrasah.

"Madrasah tidak hanya tempat mencetak intelektual, tetapi juga benteng moral dan kebangsaan. Dengan menguasai data PBS dan memahami pencegahan IRET, kita memastikan bahwa madrasah di Denpasar menjadi ruang yang ramah bagi semua dan bebas dari bibit-bibit ekstremisme," ujar H. Antoni, S.PdI, M.PdI selaku Kasi Pendidikan Islam Kankemenag Denpasar dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara madrasah, Kemenag, dan aparat keamanan sangat penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif.

Pendataan ABK: Fondasi Pendidikan Inklusif Berkeadilan

Pada sesi kedua, peserta dibekali dengan sosialisasi pendataan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sistem Profil Belajar Siswa (PBS). Pendataan ini diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang berkeadilan dan merata, sehingga tidak ada anak didik yang terabaikan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan, S.Ag, M.Si, turut hadir dan memberikan arahan langsung. Ia menegaskan dua komitmen utama Kemenag dalam mendampingi madrasah: penguatan moderasi beragama dan perluasan akses pendidikan inklusif.

"Pertama, kita harus menjadi benteng yang kokoh melawan segala bentuk Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Terima kasih atas dukungan Densus 88 yang telah membekali guru-guru kita agar madrasah tetap menjadi rumah damai bagi semua," ungkapnya.

"Dan kedua, kita bergerak menuju Pendidikan Inklusif yang Berkeadilan. Pendataan ABK melalui PBS bukan sekadar angka, melainkan peta jalan yang memastikan setiap anak mendapat layanan pendidikan terbaik, tanpa terkecuali," tambahnya.

Beliau juga berharap agar ilmu dan wawasan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diteruskan dan diterapkan di masing-masing madrasah, sehingga seluruh siswa—termasuk ABK—mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan pembinaan yang sesuai.

Langkah Nyata Menuju Madrasah Ramah Anak dan Bebas Radikalisme

Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Kankemenag Kota Denpasar dan FPMI dalam mewujudkan madrasah yang mandiri, bermartabat, dan berprestasi. Melalui pendekatan yang komprehensif, kegiatan ini memperkuat posisi madrasah sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan madrasah di Kota Denpasar semakin siap menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan terbebas dari paham radikalisme.
#antiradikalisme