Gegindeman Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Bertemakan “Penguatan Lingkungan Melalui Moderasi Beragama”
Melalui Inovasi SEJUK (Seni dan Pertunjukan), Kamis (29/9) pagi tadi, Bimbingan dan Penyuluhan Gegindeman Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar mempersembahkan Gegindeman Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dengan mengusung tema “Penguatan Lingkungan Melalui Moderasi Beragama” di Br. Tohpati, Kesiman Denpasa, yang dimana lomba gegindeman ini diselenggarakan oleh Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.
Adapun juri penilai yang hadir pada lomba gegindeman ini yakni Kabid Urusan Agama Hindu, Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag., Sub. Kooridinator pada Seksi Penyuluhan Bidang Urusan Agama Hindu, Bapak I Nyoman Dayuh, S.Ag., M.Si,. Penyuluha Agama Ahli Muda/Sub Koordinator pada Seksi Sistem Informasi, I Wayan Diadnyana, SE., M.Sos,. Penyuluh Madya Agama Hindu pada Bidang Urusan Agama Hindu, I Gusti Putu Suana, S.Ag., M.Si dan Penyuluh Agama Madya Agama Hindu, Bapak I Wayan Winaja, S.S.Kar., M.Fil.H.
Pada kesempatan ini Kepala Kantor menyampaikan terimakasih kepada juri, sekaa gegindeman, tamu undangan yang hadir dan seluruh tim jajaran yang terlibat pada lomba gegundeman ini, sehingga lomba pada hari ini dapat terlaksana dengan baik. Sebagai penyuluh yang menjadi garda terdepan tentunya mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam memberikan bimbingan, edukasi, dan motivasi kepada umat Hindu untuk mengatasi berbagai masalah keagamaan sehingga dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Hal ini tentunya sejalan dengan kegiatan lomba pada hari ini, dimana gegundeman merupakan salah satu warisan budaya yang patut kita kenalkan kepada lapisan masyarakat luar melalui seni pertunjukan. Maka dari itu, apa yang disampaikan pada tema gegundeman ini dapat dimaknai.
Sementara Kabid Urusan Agama Hindu, Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag. juga menyampaikan kegiatan gegundeman ini merupakan suatu karya yang diusung dalam upaya memperkenalkan warisan budaya melalui sebuah gamelan yang dalam penyampaiannya harus didasarkan pada sastra hindu sehingga pengimplementasi saat pementasannya dapat dimaknai dengan baik.
Perlombaan ini sebagai ajang untuk kita saling bisa mengasah kemampuan para penyuluh untuk bisa lebih baik dalam menggunakan gamelan gegundeman ini. Semoga kedepannya setiap warisan budaya yang kita miliki dapat kita ketahui dan kita teruskan ke generasi-generasi berikutnya serta memperkenalkan kepada lapisan masyarakat luas.
Terimakasih kepada seluruh tim, sekaa gegindeman, dan jajaran yang telah terlibat sehingga sukses membawakan gegundeman ini dengan baik. Semoga sinergitas selalu terjalin dengan baik. (kd) #SantihMelayani
18 Februari 2026
18 September 2025