Menu

Integrasi Inovasi SAPTA di KUA Denpasar Barat; Tumbuhkan Keharmonisan Rumah Tangga Melalui Kepedulian Terhadap Alam Sekitar

  • Kamis, 04 Juni 2026
  • 197x Dilihat

DENPASAR – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Barat menjadi ruang edukasi lingkungan yang religius bagi generasi muda. Sebanyak 10 pasangan calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan sosialisasi Ekoteologi, sebuah konsep yang memadukan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran menjaga kelestarian alam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan narasumber dari Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Muhammad Muhlisin, S.Pd.I. Beliau juga sebagai salah satu Agen Perubahan dengan program inovasi andalannya, SAPTA (Sinergi Agama untuk Pelestarian Alam).

Acara diawali dengan sesi pemaparan materi secara mendalam di dalam ruangan. Dalam penyampaiannya, Muhammad Muhlisin mengupas tuntas pengertian ekoteologi yang diperkuat dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis tentang kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga lingkungan.

Tidak hanya teori, para calon pengantin juga diberikan pemahaman mengenai:Anjuran menanam pohon sebagai bentuk sedekah jariah yang terus mengalir pahalanya. Kemudian dampak positif ekoteologi dalam pernikahan yaitu bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan membangun keharmonisan di dalam rumah tangga yang baru.

Usai menerima pembekalan materi, seluruh peserta diarahkan menuju halaman KUA Kecamatan Denpasar Barat untuk melakukan aksi menanam pohon bersama pasangan masing-masing. Prosesi penanaman ini didampingi langsung oleh staf KUA Denpasar Barat.

"Melalui inovasi SAPTA ini, kita ingin setiap lembaran baru dalam rumah tangga diawali dengan kontribusi positif bagi bumi. Menanam pohon bersama pasangan adalah simbol menanam benih cinta yang tumbuh, mengakar kuat, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Muhammad Muhlisin di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, KUA Kecamatan Denpasar Barat bersama Bimas Islam Kemenag Kota Denpasar berharap para calon pengantin tidak hanya siap membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, tetapi juga menjadi pelopor keluarga yang peduli terhadap kelestarian ekosistem alam.