Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar menghadirkan Ka. Sub Bag. TU, para Kasi dan Penyelenggara di jajarannya untuk melaksanakan rapat di ruang beliau pada Senin (17/9) lalu usai melaksanakan apel bendera rutin. Selain membahas persiapan terkait penilaian RB dan ZI oleh Tim dari Menpan RB, senada yang telah diungkapkan oleh Itjen Kemenag RI pada peringatan 01 Muharram minggu lalu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar menekankan pentingnya soft diplomacy atau pendekatan melalui sosial/budaya, yang bisa diimplementasikan dalam hal manajerial di lingkungan Kankemenag Kota Denpasar. Beliau menekankan bahwa masalah skill manajerial merupakan hal yang tidak mudah, karena seorang manajer/pemimpin dituntut untuk mampu memahami karakter bawahannya, serta mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat, terlebih lagi dalam menghadapi bawahan yang merupakan bagian dari generasi millenial.

    Gap/jurang generasi ini terkadang tidak disadari, sehingga sering menyebabkan miss communication dalam sebuah organisasi. Generasi millenial yang lahir dan besar di jaman teknologi, belum tentu bisa menerima gaya kepemimpinan dari atasannya, karena memang mereka lahir di jaman perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, kebebasan berpendapat, dan kemajuan perekonomian, sehingga pola pikirnya cenderung terbuka, ingin segala sesuatu yang mudah dan instan, dan kreatif. Potensi-potensi positif yang ada itulah yang ingin digali oleh Kepala Kantor beserta para pejabat struktural lainnya melalui teknik tertentu yang bisa diterima oleh seluruh jajaran Kankemenag Kota Denpasar sehingga bisa bersama-sama memberikan sumbangsih dan kerja positif dalam persatuan dan solidaritas membangun Kankemenag Kota Denpasar ke arah yang lebih baik lagi. (sta)