Aktivitas Vulkanik Gunung Agung tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi masyarakat, namun berdampak pula pada pendidikan anak-anak yang ada pada zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) Kabupaten Karangasem. Demi melanjutkanan pendidikan, mereka terpaksa harus mencari sekolah baru yang lokasinya dekat dengan tempat mereka mengungsi untuk ikut bergabung belajar. Khusus di Kota Denpasar, data sementara siswa dan Guru Madrasah Karangasem yang ikut gabung belajar pada Madrasah yang ada di Kota Denpasar sebanyak 385 siswa dan 14 orang guru. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si di MTs Miftahul Ulum dan MI Al-Miftah Kampung Jawa Denpasar didampingi Kasi Pendidikan Islam Kota Denpasar pada tanggal 28 September 2017.
Dalam kunjungan tersebut, Ibu Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar bertemu langsung dengan Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, Asmuni, S, Ag yang didampingi Kepala MTsN Amlapura dan pengurus Komite sekaligus Anggota DPRD Kab. Karangasem, Marjuhin. Ucapan terima kasih disampaikan Kasi PendIs Kab. Karangasem kepada Ibu Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar yang telah bersedia memfasilitasi tempat belajar sementara bagi siswa Madrasah Karangasem yang ikut bergabung belajar pada Madrasah yang ada di Kota Denpasar.
Ditemui disela sela kunjungannya, Ibu Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar menyampaikan bahwa masalah pendidikan siswa terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung merupakan tanggung jawab kita bersama. Hal tersebut perlu koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, mengingat daya tampung Madrasah yang ada di Kota Denpasar sudah over load. “Kita fasilitasi dengan sebaik-baiknya, semampu kita sambil mencari solusi/alternatif, kita tidak tahu sampai kapan situasi ini akan berlangsung, tetap semangat !!! seperti semangat mereka walaupun belajar dengan fasilitas seadanya”, demikian pesan beliau kepada Kepala Madrasah. (day)
18 Februari 2026
18 September 2025