(Kankemenag Kota Denpasar) Jumat (20/5), bertempat di halaman Kantor, seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melaksanakan upacara bendera bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional ke 108 dengan Kasi Bimas Islam H. Estu Prihatiningsih, S.Sos bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam Sambutannya yang dibacakan oleh pembina upacara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudi Antara mengungkapkan bahwa berdirinya Boedi Oetomo merupakan munculnya sumber daya manusia Indonesia yang terdidik, memiliki jiwa nasioanlisme kebangsaan, dan memiliki cita-cita mulia untuk melepaskan diri dari penjajahan sekaligus awal kebangkitan nasional dimulai yang kemudian dilanjutkan oleh kaum muda pada tahun 1928 melalui kelahiran Soempah Pemoeda. Sejak diproklamirkannya kemerdekaan kita, NKRI merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi dalam kondisi apapun. Menkominfo juga menegaskan bahwa setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tak selangkahpun surut. Munculnya kekerasan dan pornografi pada generasi yang masih belia, adalah satu dari beberapa permasalahan kultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan. Untuk itulah diperlukan kerja nyata, kemandirian, dan karakter yang terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global, saat ini merupakan saat yang tepat untuk memenangkan persaingan-persaingan pada arus global, mengingat lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Lebih lanjut Menkominfo berpesan bahwa kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan, kini bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekedar wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif, kini saatnya bekerja nyata dan mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025