Menu

Kegiatan Sosialisasi Inovasi MELAJAH (Moderasi Lintas Agama Menuju Umat Harmonis) di SMPK 1 Harapan Denpasar

  • Senin, 12 September 2022
  • 413x Dilihat

Kegiatan Sosialisasi Inovasi MELAJAH (Moderasi Lintas Agama Menuju Umat Harmonis) di SMPK 1 Harapan Denpasar

Dalam rangka penguatan Moderasi Beragama, Senin (12/9) pagi tadi, Ka. Subbag TU Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Dibya, SE didampingi Penyuluh Kristen, Ibu Ni Made Narawati, S.Th., M.Si beserta Pranata Humas, Ayu Candra Sadewi, M.Pd.H dan tim kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Inovasi MELAJAH (Moderasi Lintas Agama Menuju Umat Harmonis) di SMPK 1 Harapan Denpasar.

Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMPK1 Harapan Denpasar, Ibu Ir. Ni Nyoman Serayawati, M.M beserta Waka Kurikulum, Bapak I Wayan Suastika, M.Pd seluruh Wali Kelas dan siswa siswi kelas VII, VIII dan IX SMPK 1 Harapan Denpasar di Aula Sekolah. 

Pada kesempatan Ka. Subbag TU menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ke SMPK 1 Harapan Denpasar yakni memperkenalkan serta mensosialisasikan salah satu inovasi terbaru dari Kementerian Agama Kota Denpasar yaitu MELAJAH (Moderasi Lintas Agama Menuju Umat Harmonis) yang lebih difokuskan pada siswa siswi di sekolah Kota Denpasar.

Selanjutnya Ka. Subbag TU dalam hal ini menyampaikan materi terkait moderasi beragama kepada seluruh siswa siswi yang hadir. Dalam hal ini Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

Beragama itu menebar damai, menebar kasih sayang, kapanpun dimanapun dan kepada siapapun. Beragama itu bukan untuk menyeragamkan keberagaman, tetapi untuk menyikapi keberagaman dengan penuh kearifan. Agama hadir ditengah-tengah kita agar harkat, derajat dan martabat kemanusiaan kita senantiasa terjamin dan terlindungi.

Semua agama mengajarkan kebaikan. Dalam kehidupan, tentunya ada sebuah perbedaan. Cara pandang sikap dan praktek keagamaan yang sering kali dijadikan alasan menerima perbedaan ini, sehingga adanya ketidakharmonisan dalam sebuah kehidupan.

Oleh karenanya jangan gunakan agama sebagai alat untuk menegasi dan saling merendahkan dan meniadakan satu dengan yang lain. Oleh karenanya, mari senatiasa menebarkan kedamaian dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun khususnya siswa siswi di sekolah. Beragama itu menjaga, menjaga hati, menjaga perilaku diri, menjaga seisi negeri dan menjaga jagat raya ini, ucap Ka. Subbag TU.

Selain materi, juga diadakan kuis tanya jawab dengan memberikan bingkisan parcel sederhana bagi para siswa siswi yang bisa menjawab pertanyaan dari Ka. Subbag TU, serta penyampaian video-video yang mencermikan moderasi beragama juga diputar agar siswa siwsi lebih mampu menyerap arti sesungguhnya dari moderasi beragama ini.

Diakhir kegiatan, penyerahan piagam penghargaan dari Kemenag Kota Denpasar kepada SMPK 1 Harapan Denpasar yang telah turut serta sebagai penggerak moderasi beragama dan bersinergi mensukseskan kegiatan ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita dapat menggerakan penguatan moderasi beragama ini kepada seluruh elemen masyarakat khususnya peserta didik disekolah serta mampu menciptakan keharmonisan pada setiap umat. (kd) #SantihMelayani