Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Hadiri Uji Publik Naskah Kajian Sabha Walaka Tentang Sistem Ekonomi Hindu Indonesia
PHDI Pusat menunjuk Universitas Mahasaraswati Denpasar (UNMAS Denpasar) sebagai Panitia Penyelenggara Webinar Nasional Uji Publik Naskah Kajian Sabha Welaka tentang sistem Ekonomi Hindu Indonesia pada hari ini, Rabu, 16 November 2022.
Peserta yang diundang adalah seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama ke-Bali, Sabha Pandita PHDI, Sabha Walaka PHDI, Rektor Universitas Hindu Indonesia, Ketua Perhimpunan Pemuda Indonesia Prov.Bali serta undangan lain yang tergabung secara Offline dan Online secara zoom.
Kepala kantor Kementerian Agama Kota Denpasar (Ida Bagus Ketut Rimbawan, S.Ag, M.Si) hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut, berserta Pranata Humas Kementerian Agama Kota Denpasar, sebagai bentuk perhatian dan dukungan dalam Kajian Sabha Walaka guna membahas Sistem Ekonomi Hindu Indonesia.
Agenda pertama adalah Sambutan dari Rektor Unmas Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M. Pd. Selaku panitia penyelenggara, beliau merasa bangga dan bersyukur bahwa kegiatan Kajian ini dihadiri oleh undangan yang telah bersedia hadir pada Auditorium Ganesha.
Agenda kedua adalah Sambutan dari Ketua Umum Pengurus Harian PHDI (Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya). Beliau mengharap ada masukan dari seluruh umat, dan juga beliau mengharapkan adanya kolabolasi antara pemerintah pusat, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Sesuai nilai panca sradha kita, dan catur dresta, terutama (sastra dresta). Beliau ingin kajian ini akan bisa membantu kemajuan ekonomi Pancasila. Semoga pertemuan ini bisa menjadi pedoman (Bhisama) ke depan.
Agenda ketiga Sambutan dari Ketua Sabha Walaka (Dr. Ir. Ketut Puspa Adnyana, M. T. P. ) mengenai sistem ekonomi, draf diksa Eka Jati dan Diksa Dwijati, Kajian tentang gerakan kemanusiaan Hindu Indonesia, pedoman pemanfaatan candi Prambanan, struktur organisasi dan tata kerja parisadha, dan juga mengenai rancangan mengenai organisasi-organisasi yang bernafaskan ke-Hindu-an.
Ir. Nyoman G. Wiryanata, MBA selaku Narasumber pertama membahas mengenai Sistem Ekonomi Hindu Indonesia dan bagaimana cara mensosialisasikan bahwa Konsep Ekonomi Hindu yang dapat diterapkan di Indonesia. Beliau mengajarkan konsep Catur Purusartha sebagai Motivasi Penggerak Perilaku Manusia.
Intinya ekonomi itu apa?
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari apa yang paling efisien atau yang paling menguntungkan kita.
Kajian tentang empat sistem ekonomi. Namum empat sistem ini dipandang belum lengkap karena kurangnya aspek "spiritualitas". Apa dampak ekomoni tanpa aspek spiritualitas? Ekonomi yang berjalan lebih mementingkan ego. Sehingga tidak ada unsur kemanusiaan dalam pergerakan ekonomi. Beliau mengatakan bahwa Koperasi merupakan lembaga yang paling cocok sebagai contoh system ekomoni yang humanis, karena pembagian saham koperasi sama, dan semua pemegang saham berhak menjadi ketua koperasi. Koperasi bisa menjadi mitra kerja, dan koperasi membagikan keuntungan secara merata.
Dalam sesi Tanya jawab ada respon dari audien baik secara langsung maupun secara Direc Message dalam aplikasi zoom. Pertanyaan pertama berasal dari :
1. Prof Dasi.
Menjelaskan Ekonomi kapitalis (individul tujuan grow) dan sosialis (tujuan nya untuk perkembangan grup), sistem ekomoni pancasila (mengambil kebaikan individualis dan sosialis) . Intinya Ke arah mana sistem ekonomi Hindu akan di bawa? Sehingga sistem ekonomi ini bisa di bumi kan?
2. I Nyoman Widia
Menginginkan kegiatan ini menjadi Bishama tentang pedoman-pedoman perekonomian. Dan juga nilai-nilai Hindu yang dapat diterapkan dalam sistem perekonomian.
3. Masukan dari Bapak Ketut Wartayasa (Paruman Walaka dari PHDI Provinsi Bali)
Agar naskah bisa di share dalam grup sehingga bisa di pahami bersama. Beliau juga meminta agar semua pihak legislatif, exsekutif dan yudikatif bersama-sama memikirkan sistem ekonomi ini, jangan hanya berpusat di PHDI
Di akhir sesi semua pertanyaan dari peserta itu dijawab oleh narasumber secara keseluruhan, sehingga disepakati bahwa kajian ini masih perlu disempurnakan, namun seluruh peserta mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan langkah awal dalam menentukan Bhisama atau pedoman Sistem Ekonomi Indonesia kedepan. (acs) #SantihMelayani
18 Februari 2026
18 September 2025