Kepala Kantor Tutup Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Angkatan I Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Jumat (7/3) siang tadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan hadir menyampaikan materi sekaligus menutup Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Angkatan I secara Blended Learning yang dilaksanakan pada tanggal 25 sampai dengan 28 Februari 2025 secara daring dan 5 sampai dengan 7 Maret 2025 secara Klasikal/tatap muka yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar bertempat di Gedung Pertemuan Madrasah Khalifa Nusantara Denpasar.
Laporan Ketua Panitia pada kegiatan ini yakni Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu program software yang akan terus berkembang dan mengambil peran penting dalam dunia pendidikan di masa mendatang, melalui AI pendidik dapat membuat dan menciptakan sistem pembelajaran yang semakin professional, efektif dan efisien. Dengan demikian setiap siswa diharapkan dapat mencapai potensi terbaiknya. Pelatihan ini diikuti sebanyak 40 peserta terdiri dari Guru Pendidikan agama Hindu, Islam, Buddha serta Guru Madrasah di Kota Denpasar.
Kepala Kantor dalam sambutannya menyampaikan materi Moderasi Beragama Dalam Pembangunan Nasional. Perlu kita ketahui bersama bahwa moderasi beragama diperlukan untuk mengubah cara pandang dan sikap perilaku masyarakat dalam memandang perbedaan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman baik agama, adat budaya, suku, ras. Adanya perbedaan ini bukan untuk kita saling membenci, konflik satu sama lain, tapi perbedaan menjadikan kita untuk saling bersatu, menerima setiap perbedaan yang ada dengan sikap saling menghormati, menghargai toleransi.
Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormat, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. Dengan kita bersama para tokoh agama, instansi hingga umat (masyarakat) mari bersama-sama untuk mensosialisasikan moderasi beragama ini diseluruh lapisan masyarakat dan kita dapat memposisikan diri secara tepat dalam masyarakat multireligus, sehingga terjadi harmonisasi sosial dan kesimbangan hidup sosial, imbuh Kepala Kantor.
Harapan kita bersama, dan terutama guru sebagai tenaga pendidik mampu mensosialisasikan moderasi beragama dalam setiap proses belajar mengajar, semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terkait moderasi beragama ini. Perbedaan seharusnya tidak dilihat sebagai hal yang memecah belah, tetapi harus dilihat sebagai sebuah anugerah karena Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Kami harapkan juga guru harus meningkatkan kompetensi diantaranya: pengetahuan, keterampilan, sikap karakter.
18 Februari 2026
18 September 2025