Kepala Kantor Tutup Pelatihan Mulitmedia Pembelajaran Angakatan III Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Jumat (3/5) pagi tadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan hadir sekaligus menutup kegiatan Pelatihan Mulitmedia Pembelajaran Angakatan III yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar sealam 4 (empat) hari secara luring bertempat di Aula Madrasah Khalifa Nusantara Denpasar.
Laporan Ketua pada kegiatan ini yakni bahwa program/kegiatan ini mengacu pada kurikulum yang dikeluarkan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan Dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI yang sudah dikonversi atau dikondisikan sesuai kebutuhan dengan menggunakan metode pembelajaran ke orang dewasa dan diikuti sebanyak 40 peserta dari guru agama Hindu dan Islam di Kota Denpasar.
Kepala Kantor dalam sambutannya menyampaikan materi Moderasi Beragama Dalam Pembangunan Nasional. Perlu kita ketahui bersama bahwa moderasi beragama diperlukan untuk mengubah cara pandang dan sikap perilaku masyarakat dalam memandang perbedaan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman baik agama, adat budaya, suku, ras. Adanya perbedaan ini bukan untuk kita saling membenci, konflik satu sama lain, tapi perbedaan menjadikan kita untuk saling bersatu, menerima setiap perbedaan yang ada dengan sikap saling menghormati, menghargai toleransi.
Moderasi beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormat, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. Dengan kita bersama para tokoh agama, instansi hingga umat (masyarakat) mari bersama-sama untuk mensosialisasikan moderasi beragama ini diseluruh lapisan masyarakat dan kita dapat memposisikan diri secara tepat dalam masyarakat multireligus, sehingga terjadi harmonisasi sosial dan kesimbangan hidup sosial, imbuh Kepala Kantor.
Harapan kita bersama, dan terutama guru sebagai tenaga pendidik mampu mensosialisasikan moderasi beragama dalam setiap proses belajar mengajar, semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terkait moderasi beragama ini. Perbedaan seharusnya tidak dilihat sebagai hal yang memecah belah, tetapi harus dilihat sebagai sebuah anugerah karena Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Kami harapkan juga guru harus meningkatkan kompetensi diantaranya: pengetahuan, keterampilan, sikap karakter. (kd) #SantihMelayani
18 Februari 2026
18 September 2025