DENPASAR – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Denpasar Selatan menerima kunjungan lapangan strategis terkait program ekoteologi dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kota Denpasar pada Rabu (3/6/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pemantauan tindak lanjut program Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekoteologi yang sebelumnya telah diikuti oleh para penyuluh agama di wilayah tersebut.
Selain sebagai instrumen monitoring dan evaluasi, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk saling berbagi praktik baik (best practice) antarinstansi keagamaan. Perwakilan BDK Kota Denpasar berkesempatan melihat secara langsung pemanfaatan lahan dan tata kelola lingkungan yang telah dikembangkan oleh jajaran KUA Denpasar Selatan sebagai bentuk implementasi nyata dari gerakan ekoteologi berbasis rumah ibadah dan kantor pelayanan.
Kepala KUA Kecamatan Denpasar Selatan menjelaskan bahwa implementasi program Ekoteologi di lingkungan kerja yang dipimpinnya sebenarnya bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung sejak lama. Pihaknya berkomitmen mentransformasikan ruang publik kedinasan menjadi area yang ramah lingkungan dan berdaya guna.
"Kami memulainya dari hal-hal kecil yang konsisten, seperti menanam berbagai jenis pohon peneduh dan tanaman sayuran di area sekitar kantor. Tidak berhenti di sana, kami juga mengambil peran aktif dalam membantu mengurangi volume sampah organik di wilayah perkotaan dengan membudidayakan ikan lele serta magot," ujar Kepala KUA Denpasar Selatan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integrasi antara budidaya lele dan pengelolaan magot ini terbukti sangat efektif dalam mengurai persoalan sampah organik harian, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Kota Denpasar. Sampah sisa organik yang dihasilkan dapat langsung dikonversi menjadi pakan magot, yang kemudian siklusnya dimanfaatkan kembali untuk menekan biaya operasional budidaya perikanan mandiri.
Melalui kunjungan pemantauan dari BDK Kota Denpasar ini, keluarga besar KUA Denpasar Selatan berharap ikhtiar kecil yang dilakukan di tingkat lokal dapat menjadi pemantik inspirasi bagi instansi lain. Gerakan keagamaan berwawasan lingkungan ini diharapkan terus menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kelestarian alam Bali.
18 Februari 2026
18 September 2025