Denpasar, 19 September 2025
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si meninjau langsung sejumlah pura yang terdampak bencana banjir pada 10 September 2025 di Kota Denpasar, Bali.
Dalam kunjungan ini, turut hadir Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Kementerian Agama RI Albertus Magnus Adiyarto Sumardiono, S.E, M.Hum serta Anggota DPD RI Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Rombongan meninjau kondisi Pura Musen Situs Watu Ireng dan Pura Luhur Dalem Mutering Jagat yang berada di wilayah Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur.
Prajuru Desa Adat Kesiman dalam kesempatan tersebut menyampaikan kronologi terjadinya banjir serta kerusakan-kerusakan yang dialami pura akibat bencana ini.
Kegiatan peninjauan juga dihadiri oleh jajaran pemerintahan setempat, di antaranya Sekretaris Camat Denpasar Timur I. B. A. Upawana Manuaba, S.E beserta staf, serta Sekretaris Desa Kesiman Petilan Kadek Sudiana bersama Kepala Dusun Banjar Batan Buah Putu Sukarma.
Koordinasi kegiatan ini berjalan baik berkat peran aktif Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Wilayah Binaan Kecamatan Denpasar Timur I Wayan Artana, S.Ag.,M.Fil, I Gusti Ayu Diah Prameswara Padawati Indraswari, S.Sos, Ni Wayan Nurhayati, S.Sos.H, dan Ida Ayu Ratih, S. Sos sejak awal mempersiapkan hingga akhir kegiatan. Turut pula hadir Penata Layanan Operasional pada Seksi Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar I Wayan Sumarkandia, S.Pd.H, Desak Putu Karmaningsih, S.S dan Ni Luh Kadek Widiarti, S.Pd.H untuk memastikan kelancaran operasional acara.
Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung kondisi rumah ibadah umat Hindu yang terdampak banjir, sekaligus memberikan perhatian serta dukungan moral kepada para pengempon pura dan masyarakat sekitar.
Dalam kunjungan ini, Dirjen Bimas Hindu menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama senantiasa berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap rumah-rumah ibadah yang terdampak bencana alam. Fokus utamanya adalah pemulihan fungsi keagamaan serta pelestarian nilai-nilai spiritual masyarakat Hindu Bali.
Peninjauan ini tidak hanya sebatas melihat kerusakan fisik, tetapi juga merupakan wujud kepedulian instansi pemerintah terhadap kelangsungan aktivitas keagamaan umat di tengah situasi sulit. Selanjutnya akan dilakukan pendataan untuk menentukan langkah pemulihan dan bentuk bantuan yang dibutuhkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana komunikasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat adat dalam menyusun langkah konkret penanganan pascabencana. Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memulihkan pura sebagai pusat kegiatan spiritual sekaligus warisan budaya luhur umat Hindu dan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.
18 Februari 2026
18 September 2025