Menu

Luar Biasa, Keluarga Sukinah Kota Denpasar Juara 1 Tingkat Provinsi

  • Jumat, 24 Agustus 2018
  • 348x Dilihat

Setelah sebelumnya keluarga sukinah perwakilan Kota Denpasar, keluarga Bapak Nyoman Astina, dinilai pada tanggal 13 Juli 2018 lalu, kabar membahagiakan datang dari pertemuan keluarga sukinah yang diselenggarakan oleh Bidang Urusan Agama Hindu di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali pada Jumat (24/8) lalu, bahwasanya keluarga Bapak Dr. Nyoman Gede Astina, M.pd., CHT, CHA berhasil meraih peringkat pertama dan berhak untuk maju mewakili Provinsi Bali ke penilaian keluarga sukinah tingkat nasional di Jakarta pada tahun 2019 mendatang.

Kebahagiaan dirasakan seluruh jajaran Kankemenag Kota Denpasar, karena kerja keras dan upaya pendampingan yang dilakukan oleh Kepala Kantor dan tim keluarga sukinah Kota Denpasar, akhirnya membuahkan hasil yang sepadan.  Ditemui usai menemani keluarga terpilih menerima piala dan piagam penghargaan, Kasi Urusan Agama Hindu, Ida Bagus Made Windu, S.Ag., M.Pd.H mengungkapkan rasa bahagianya, bahwa perjuangan yang diupayakan selama ini terbayar sudah, beliau juga menekankan bahwasanya meski telah berhasil mewakili Bali di tingkat Provinsi, hal itu bukan berarti akhir dari perjuangan, justru setelah ini muncul tugas yang baru lagi, yakni mengawal keluarga sukinah terpilih untuk meraih keberhasilan di tingkat nasional nantinya. Keberhasilan ini tidak lepas dari binaan dan pendampingan yang tidak terputus dari Kepala Kantor, Kasi Urusan Agama Hindu, Koordinator Penyuluh, Penyuluh Agama Hindu, serta seluruh staff URA Hindu Kankemenag Kota Denpasar selama pesiapan maupun saat penilaian berlangsung.

 

Meneruskan apa yang telah disampaikan berulang kali oleh Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ibu Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si mengungkapkan bahwa tugas keluarga sukinah terpilih tidaklah mudah, keluarga terpilih harus mampu menjadi teladan bagi keluarga lain di daerahnya, serta memahami pentingnya mempertahankan kehidupan pernikahannya, ditengah-tengah angka perceraian yang semakin meningkat setiap tahunnya khususnya di Bali. (sta)