Menu

MAKNA TUMPEK WAYANG, MOMENTUM MENJAGA KESEIMBANGAN DAN KELESTARIAN BUDAYA BALI

  • Sabtu, 10 Oktober 2026
  • 106x Dilihat

MAKNA TUMPEK WAYANG, MOMENTUM MENJAGA KESEIMBANGAN DAN KELESTARIAN BUDAYA BALI

Denpasar — Hari Raya Tumpek Wayang merupakan salah satu hari suci umat Hindu di Bali yang diperingati setiap Saniscara Kliwon Wuku Wayang. Hari suci ini menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta memohon keselamatan dan keharmonisan dalam kehidupan.

Tumpek Wayang juga memiliki makna penting dalam pelestarian seni dan budaya Bali, khususnya seni pewayangan. Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur, menghormati nilai-nilai spiritual, serta meneruskan tradisi kepada generasi muda.

Melalui momentum Hari Raya Tumpek Wayang, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keharmonisan, memperkuat nilai-nilai spiritual, dan melestarikan kekayaan budaya Bali sebagai bagian dari identitas bangsa.

Rahajeng Rahina Suci Tumpek Wayang, Saniscara Kliwon, 10 Oktober 2026. Dumogi sareng sami prasida ngamolihang kerahayuan, katentreman, miwah kaharmonisan ring sajeroning kahuripan.

#TumpekWayang #KemenagDenpasar #KemenagBerdampak #HarmoniDalamKeberagaman #LestarikanBudayaBali #ModerasiBeragama