Denpasar, 1 Agustus 2026
Penyuluh Agama Hindu Ni Kadek Mardiasni melaksanakan bimbingan rohani bagi kelompok remaja Hindu di Panti Asuhan Tat Twam Asi Denpasar melalui kegiatan bertema "Memaknai Tumpek Krulut Melalui Seni Dharmagita."
Kegiatan diawali dengan praktik melantunkan Kidung Sekar Madia sebagai bagian dari seni Dharmagita, kemudian dilanjutkan dengan dialog keagamaan mengenai makna Hari Suci Tumpek Krulut. Dalam penyuluhan disampaikan bahwa Tumpek Krulut merupakan Hari Kasih Sayang dalam agama Hindu. Kata krulut berasal dari kata lulut yang berarti kasih sayang. Hari suci ini juga menjadi momentum pemujaan kepada Sang Hyang Iswara sebagai manifestasi Tuhan dalam seni, suara, dan keindahan. Melalui peringatan Tumpek Krulut, umat diajak menyelaraskan rasa dan nada sebagai wujud keharmonisan dalam kehidupan.
Melalui Dharmagita, setiap syair suci mengandung pesan moral dan spiritual yang mampu menumbuhkan sradha dan bhakti, sekaligus menginternalisasikan nilai Tat Twam Asi sebagai landasan kasih sayang, toleransi, dan kehidupan yang harmonis. Pembinaan ini tidak hanya menjadi sarana memperkuat literasi keagamaan, tetapi juga upaya melestarikan seni dan budaya Hindu di kalangan generasi muda.
#SANTIHMelayani #KemenagKotaDenpasar #KADER #KemenagRider #SukraGita
https://bali.kemenag.go.id/denpasar/berita/68817/memaknai-tumpek-krulut-melalui-seni-dharmagita
18 Februari 2026
18 September 2025