(Kankemenag Kota Denpasar) Perubahan yang terjadi terus-menerus disertai dengan meningkatnya dinamika sosial pergaulan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa pengaruh besar terhadap terjadinya pembauran kebudayaan pada semua aspek kehidupan termasuk pada generasi muda Hindu, baik itu yang bersifat positif maupun negatif. Menjadi tugas kita bersama untuk membentengi dan mengarahkan generasi muda Hindu untuk tetap menjaga dan meningkatkan Sradha Bhaktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa ditengah-tengah perubahan ini. Dalam upaya untuk meningkatkan Sradha Bhakti generasi muda Hindu, bertempat di Aula Kantor Desa Sumerta Kauh, Sabtu (13/6) lalu diadakan pelatihan pembuatan banten Pejati bagi generasi muda wilayah desa Sumerta Kauh yang diikuti oleh perwakilan sekaa teruna dari 6 banjar sebanyak 40 orang.
Penyuluh agama Hindu I Wayan Artana, S.Ag., M.Phil mendapat kesempatan untuk memberikan pelatihan pada kesempatan tersebut, Artana menyebutkan bahwa bagi generasi muda, tidak ada kata terlambat untuk belajar untuk memaknai kerangka dasar agama Hindu khususnya bagian Acara yang berisi uraian upakara atau bebantenan seperti banten pejati. Pejati merupakan banten sebagai rasa cetusan manah jatining hati yang sungguh-sungguh sebagai persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Lebih lanjut Artana menjelaskan bahwa diperlukan situasi yang suci, kedamaian hati, kesakralan, dan rasa bhakti dalam membuat banten itu sendiri, untuk dapat dipersembahkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025