Denpasar, 20 September 2025 –Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nazarudin Umar, M.A, hadir di Kota Denpasar dalam rangka meninjau lokasi terdampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan kepada tempat ibadah yang mengalami kerusakan akibat banjir di seluruh Bali. Kegiatan ini berlangsung di Pelataran Parkir Pasar Badung Denpasar dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Rektor STAH Mpu Kuturan Singaraja, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se-Bali, tokoh agama.
Acara diawali dengan ucapan selamat datang dari Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Agama kepada masyarakat Bali, khususnya umat yang terdampak bencana, beliau menyampaikan kepada Bapak Menteri Agama bahwa, “Ada dua titik pusat yang banjir terparah yaitu di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, yang mengakibatkan beberapa korban. Beliau berharap kebijakan dari Menteri Agama RI untuk dapat membantu dalam menata kembali Pura-pura Beji yang terkena dampak banjir. Beliau juga melaporkan bahwa Status Tanggap Darurat sudah dicabut per 17 September 2025, dan sudah beralih ke status transisi darurat ke pemulihan yang fokus ke arah penanganan kesehatan, sarana pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat yang terdampak, dan perbaikan infrastruktur”.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Beliau menyerahkan bantuan sebesar Rp. 300.000.000. yang akan disalurkan ke 10 titik tempat ibadah yang terdampak banjir di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Bantuan ini diberikan secara simbolis kepada para pengempon pura dari masing-masing kabupaten/kota: Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, dan Buleleng.
“Kami mengucapkan belasungkawa kepada masyarakat yang gugur pada peristiwa kemarin, semoga mendapatkan tempat yang layak. Sebagai sesama Bangsa Indonesia, kita bagaikan sebuah badan, musibah yang dialami oleh masyarakat bali, itu seperti musibah yang dapat kami dapat rasakan rasa sakit nya hingga ke pusat (kepala), oleh karena itu, atas nama segenap Bangsa Indonesia, terutama keluarga besar Kementerian Agama Republik Indonesia, kami merasakan duka sedalam-dalamnya kepada Warga Masyarakat Bali”.
“Kami juga hadir membawa bantuan kepada Masyarakat Bali, jangan dilihat jumlahnya, namun lihatlah Hati kami yang ikut berduka dan merasakan kesulitan yang dialami keluarga besar kami yang ada di Bali. Kami hanya bisa berdoa, Insya Allah kedepan, masyarakat yang terkena dampak banjir sesegera mungkin dipulihkan, terutama perekonomiannya. Terimalah ini sebagai suatu ujian, kita yakin dimana ada ujian, disitu pasti ada kenaikan kelas. Semoga kenaikan kelas ini mengangkat martabat dan harkat kita kedepan, semakin matang menghadapi cobaan-cobaan. Terima kasih.” ucap Prof. Nazarudin Umar dalam sambutannya.
Usai penyerahan bantuan, Menteri Agama bersama jajaran Kementerian Agama Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar melakukan peninjauan lapangan untuk melihat langsung kondisi tempat ibadah yang terdampak.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid Perkin, Dirut Perumda Pasar Sewaka Dharma Denpasar, Kabid Dinas Sosial dan para pengempon pura Taman Beji dan Melanting, serta tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran Menteri Agama RI disambut antusias oleh masyarakat yang berharap pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan lancar. (acs)
18 Februari 2026
18 September 2025