(Kankemenag Kota Denpasar) Desa pakraman sebagai benteng dalam mempertahankan agama, budaya dan adat Bali ditengah modernisasi, terus mengalami dinamika perubahan terkait dengan modal budaya, ekonomi, sosial, dan pengetahuan. Terkait dengan hal tersebut, merupakan tugas dari Kementerian Agama dalam memfasilitasi dan memberikan pembinaan agar desa pakraman tetap eksis, karena bendesa pakraman juga merupakan prakanti (mitra kerja) Kementerian Agama dalam upaya peningkatan kualitas keagamaan.
Sabtu (27/6), Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melakukan langkah strategis dalam memberdayakan keberadaan Desa Pakraman melalui kegiatan Pembinaan Manajemen Desa Pakraman yang di laksanakan di Wantilan Pura Penataran Agung Penatih Denpasar, dengan menghadirkan peserta sejumlah 50 orang, dan 4 orang narasumber yang kompeten dari kalangan akedimisi dan tokoh agama, yaitu Prof. DR. I Nyoman Budiana, SH.,MSidengan materi Manajemen Desa Pakraman Berdasarkan Budaya Bali Sebagai Media Meminimalisasi Sanksi Kasepekang, I Nyoman Lastra, S.Pd. M.Agdengan materi Memantapkan Pengelolaan Manajemen Desa PakramanUntuk Membangun Ketaatan BeragamaDan Pelestarian Desa Pakraman, Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si (Ka. Kankemenag Kota Denpasar) materi Manajemen Desa Pakraman Berwawasan Tri Hita Karana Sebagai Media Menumbuh Kembangkan Jati Diri Masyarakat, I Ketut Wartayasa, S.Ag. M.Si materi Manajemen Dpk Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Sbg Media Mempertahankan Jati Diri Dpk.
Melalui materinya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si menyampaikan bahwa masyarakat kini tengah memasuki masa transisi dari agraris menuju industri dengan masih memegang tradisi lama dan belum menguasai pola pikir modern, untuk mengawal masa transisi ini desa pakraman sebagai benteng agama, adat dan budaya Bali harus dapat dipertahankan. Masyarakat didampingi oleh bendesa dan tokoh masyarakat diharapkan untuk senantiasa menjalankan swadharmanya dengan berpedoman kepada Tri Hita Karana, yakni sukerta tata Parhyangan, sukerta tata Pawongan, dan sukerta tata Palemahan, sehingga bisa tercipta kehidupan yang selaras dengan lingkungan alam, sosial dan religious. Disamping itu bendesa pakraman wajib untuk memahami isu strategis atau dinamika yang akan dihadapi desa pakraman di jaman modern ini, dan mampu memberikan pelayanan secara manajerial sehingga umat yang ada di desa pakraman mendapat pelayanan dan perhatian yang optimal. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025