Dalam rangkaian kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) dan peringatan 01 Muharram 1440 H, yang terselenggara atas kerjasama jajaran Kankemenag Kota Denpasar dan Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali pada Selasa (11/9) lalu, hadir pada kesempatan tersebut Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA yang turut memberi sedikit arahan terkait dengan jajaran civitas Pendidikan Islam yang turut bertanggung jawab atas kemajuan sumbu pendidikan di Indonesia.

    Ada satu hal penting yang ditekankan oleh Itjen Kemenag RI pada kesempatan tersebut, bahwa tenaga pendidik harus mampu menyikapi perbedaan/GAP generasi anak didiknya yang disebut generasi millenial, karena mereka dilahirkan dan hidup di jaman yang berbeda dengan bapak/ibu gurunya.

 

        Itjen Kemenag RI mengharapkan di era pendidikan jaman now ini, para pendidik bisa menyesuaikan dengan alam pikiran anak-anak didiknya. Dengan menerapkan dua hal, yakni: menjadi motivator dengan memberikan motivasi-motivasi positif atas pengalaman para pendidik di masa lalu dan dan mampu memberi nilai lebih kepada peserta didik dengan membuka wawasan mereka. Kedua hal tersebut diyakini oleh beliau, erat kaitannya dengan implementasi soft power diplomacy, bagaimana tenaga pendidik agar mampu mengarahkan anak didiknya dengan cara yang bisa diterima oleh generasi mereka untuk menjadi generasi yang percaya diri. Karena ketika bangsa kita menjadi bangsa yang percaya diri, kita tidak akan tunduk pada pengaruh asing. (sta)