Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama kota Denpasar menggelar kegiatan penguatan Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim di Hotel Neo, Gatsu Barat, Kota Denpasar Bali. Kegitan ini merupakan bentuk silaturahmi dan membangun sinergi guna memperkuat peran Majelis taklim ditengah masyarakat Kota Denpasar.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai unsur, mulai dari kepala KUA se-Kota Denpasar, Penyuluh Agama Islam se-Kota Denpasar serta ketua majelis taklim di kota Denpasar.
Kepala Kantor Kementerian Agama kota Denpasar, Ida Bagus Ketut Rimbawan, S.Ag, M.S.I menyampaikan bahwa Majelis Taklim sangat membantu kementerian Agama dalam hal pembinaan umat. Sehinggga menurutnya majelis taklim harus selalu bersinergi dengan pemerintah.
“Majelis Taklim memiliki tugas cukup berat untuk meningkatkan pelayanan kepada umat. pemerintah sangat terbantu oleh teman-teman majelis taklim untuk membina masyarakat dan umat, maka sinergi pemerintah dengan umat harus sejalan dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah,” tuturnya.
Ketua Pokja Majelis Taklim Provinsi Bali, Dr. H. Abu Siri, S, Ag, M.Pd.I, selaku narasumber kegiatan menjelaskan peran Majelis Taklim dalam menguatkan moderasi beragama. Dalam materinya beliau menyampaikan Fungsi Majelis Taklim diantara adalah pendidikan Agama Islam, pembinaan umat, penguatan silaturahmi dan pemberdayaan ekonomi.
Lebih lanjut H. Abu Siri juga menambahkan penjelasan tentang peran Majelis Taklim yang berfungsi sebagai pencerahan umat, kontrol sosial, pengembangan seni budaya Islam, pembentukan masyarakat yang bertaqwa dan Dialog antara ulama, umara’ dan umat.
Pentingnya Pokja Majelis Taklim tidak terlepas dari bagaimana mengolah dari sisi kelembagaan dan Manajemen. Hal ini disampaikan oleh Ketua BKMM - DMI Provinsi Bali, Hj Any Haniah Mahrus selaku narasumber kedua. Dalam materinya mengajak peserta untuk lebih menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) majelis taklim dengan berbagai pelatihan untuk anggota.
“Anggota majelis taklim tidak hanya diajarkan untuk mengaji Al-Qur’an namun juga diajarkan berbagai pelatihan seperti administrasi, kaderisasi, manajerial dan lain-lain,” paparnya.
Diakhir acara, kepala Kantor Kementerian Agama kota Denpasar berpesan kepada majelis Taklim agar tidak salah dalam menentukan penceramah. Karena menurutnya, penceramah yang baik akan membawa kebaikan dan ketentraman untuk masyarakat.
18 Februari 2026
18 September 2025