(Kankemenag Kota Denpasar) Jumat (17/2) lalu, jajaran Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali termasuk Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dan Kantor Kementerian Agama Kab. Se Bali dipimpin oleh Ka. Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan sejumlah uang ke Desa Songan Kintamani terkait dengan bencana longsor yang menimpa beberapa desa di kawasan Kintamani Bangliyang dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi pengungsian korban bencana.
Ka. Sub Bag. TU bersama dengan Kasi Urusan Agama Hindu, mewakili Kepala Kantor menyerahkan bantuan dana yang terkumpul dari seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar sebesar Rp. 4,000,000.- kepada panitia penanggulangan bencana Desa Songan Kintamani di posko bantuan yang terletak di Kantor Camat Kintamani Bangli. Bantuan tersebut diterima oleh salah satu panitia yang juga merupakan Staf Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Bapak Gede Sudiarta. Pada kesempatan ini, Bapak Gede Sudiarta menyebutkan bahwa ada 13 korban jiwa dan 5 (lima) desa yang terkena bencana longsor akibat hujan ekstrem yang terjadi pada Jumat hingga Sabtu (10 s.d. 11 Pebruari 2017) lalu. Ke lima desa tersebut adalah Desa Songan, Batur Selatan, Sukawana, Awan, dan Subaya. Menanggapi hal ini, Ka. Sub Bag TU Bapak Ida Bagus Made Windu, S.Ag., M.Si menyampaikan pesan dan doa dari Kepala Kantor serta seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar semoga bencana ini bisa segera ditanggulangi, dan warga yang terkena musibah senantiasa diberikan kekuatan untuk melalui cobaan ini, serta harapan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah.
Menurut BMKG Bali, adanya tekanan rendah 984 mb di Australia Barat menyebabkan aliran massa udara sehingga seluruh Indonesia didominasi oleh angin Baratan yang bersifat basah, sementara suhu permukaan air laut di sekitar Bali sekitar 28 derajat celcius menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar Bali.Dari peta kerentanan gerakan tanah di Pulau Bali, pada kawasan sekitar kaldera Batur terdapat zona kerentanan gerakan tanah dengan klasifikasi menengah hingga tinggi. Tanah di kawasan Danau Batur tersebut berasal dari pelapukan batu vulkanik sehingga tanahnya gembur, memiliki kemampuan menyerap air tinggi, dan memiliki kemiringan dari menengah sampai tinggi, sehingga apabila curah hujan tinggi, kawasan ini mudah longsor. Kawasan Danau Batur dan sekitarnya juga memiliki lahan kritis mencapai 70 persen dari luas kawasan dan mengalami persoalan lingkungan, akibat perambahan hutan dan alih fungsi lahan.Karena lahannya gembur, banyak warga yang berkebun di lereng tersebut kemudian membangun permukiman. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025