Menu

Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Denpasar Memberikan Bimbingan Moderasi Beragama untuk Siswa MTsN 2 Kota Blitar

  • Rabu, 01 Oktober 2025
  • 184x Dilihat

Bali yang terkenal dengan moderasinya menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara serta mengundang para peniliti dan akademisi dari berbagai belahan dunia untuk melihat langsung praktif moderasi beragama tersebut. Salah satunya datang dari Madrasah Tsnawiyah Negeri 2 kota Blitar Jawa Timur yang ingin mendapatkan edukasi mengenai moderasi beragama di Pulau Bali.

 

Bertempat di aula Masjid Ibnu Batutah, sebanyak 248 siswa-siswi MTsN 2 kota Blitar antusias mendengarkan materi dari penyuluh Agama Islam kota Denpasar dan Penata Layanan Operasional Bimas Islam kota Denpasar yang diundang secara khusus untuk memberikan edukasi praktik moderasi beragama. Sebagai narasumber Hj. Afifatunnisak, S.Ag dan Muhammad Muhlisin, S.Pd.I yang pernah meraih penghargaan top 5 Penais award 2025 nasional katagori penguatan moderasi beragama.

 

Materi yang diberikan diantaranya pengenalan tenteng moderasi beragama, indikator moderasi beragama dan bagamana praktik moderasi beragama di tengah masyarakat majemuk. DIsela-sela materi diberikan kesempatan untuk dialog tanya jawab untuk memperkaya wawasan siswa-siswi MTsN 2 Kota Blitar, Jawa Timur.

 

"Moderasi beragama itu tidak hanya sekedar menghormati umat lain beribadah namun memastikan bahwa saudara kita dari umat lain dapat beribadah dengan tenang, nyaman dan damai. Dan bagi adik-adik jika ada teman atau tentangga yang berbeda agama maka jangan dikucilkan tapi kita temani sebagaimana yang lain," pesan Muhammad Muhlisin.

 

Ibu Binti mewakili pihak MTsN 2 kota Blitar menjelaskan saat ini di Madrasah walaupun berbasis Islam namun salah satu gurunya ada yang beragama non Muslim dan beliau mengikuti ketentuan di Madrasah meskipun telah diberikan kelonggaran.

 

"Saat ini disekolah kita ada salah satu guru yang beragama Budha. Beliau mengajar pelajaran bahasa Jawa. dan Meskipun kita memperbolehkan beliau mengenakan seragam yang ada namun beliau tetep mengenakan jilbab sebagaimana guru lainya. Kami sangat menghormati keputusan beliau," terangnya.

 

Menjalankan moderasi begama tidak perlu banyak terori namun harus murni dari dalam hati. Contoh dari MTsN 2 kota Blitar merupakan bentuk moderasi beragama yang harus terus dipertahanan dan diajarkan kepada para siswa sebagai generasi yang akan datang. (acs)

permalink https://bali.kemenag.go.id/denpasar/berita/64084/penyuluh-agama-islam-kementerian-agama-kota-denpasar-berikan-bimbingan-moderasi-beragama-untuk-siswa-mtsn-2-kota-blitar