Menu

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Denpasar Survei Empat Gereja, Pastikan Ramah Anak, Disabilitas, dan Lestarikan Cagar Budaya Kristen

  • Kamis, 23 April 2026
  • 130x Dilihat

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Denpasar Survei Empat Gereja, Pastikan Ramah Anak, Disabilitas, dan Lestarikan Cagar Budaya Kristen

Denpasar — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Denpasar melaksanakan survei gereja ramah anak, gereja ramah disabilitas, gereja sanggar budaya keagamaan Kristen, serta cagar budaya keagamaan Kristen pada empat gereja di Kota Denpasar. Tim penyuluh yang turun langsung yaitu Setiawati Maya, Chrestiar Tonny Poluan, Lisa Oktavia Permatasari Rarung, Maurin Indrawati, Restuman Nehe, Heferi Maupada, dan Natal Desriang Laoli. Kegiatan ini bertujuan memastikan rumah ibadah memberikan layanan keagamaan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jemaat, yang dilaksanakan pada Kamis (23/04/2026).

Survei dilaksanakan di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Shalom di Jalan Gatsu IV Blok I Nomor 3 yang memiliki ruang anak dan fasilitas kursi roda bagi penyandang disabilitas; Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Imanuel di Jalan Melati Nomor 3 dengan lajur khusus disabilitas, kursi roda, dan ruang ramah anak; GKPB Kristus Kasih di Jalan Debes yang telah berdiri sejak 1955 serta memiliki fasilitas ramah anak dan ramah disabilitas, sekaligus menjadi objek budaya keagamaan Kristen; serta GPIB Maranatha di Jalan Surapati yang menyediakan kursi roda, lajur khusus penyandang disabilitas, dan ruang kesehatan. Pelaksanaan survei turut didampingi oleh pengurus gereja di masing-masing lokasi.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Denpasar mendorong gereja untuk terus meningkatkan standar pelayanan umat sejalan dengan program moderasi beragama dan transformasi layanan keagamaan. Selain memetakan ketersediaan fasilitas, survei ini juga menjadi langkah awal dalam pendataan potensi gereja sebagai sanggar budaya dan cagar budaya keagamaan. Diharapkan seluruh rumah ibadah di Denpasar dapat menjadi ruang yang ramah dan merangkul semua kalangan, mulai dari anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas, sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah iman.