Denpasar, 28 Februari 2026
Beberapa Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar yang merupakan pengurus dan anggota Pokjaluh Lintas Agama Kementerian Agama Provinsi Bali yaitu Made Narawati, Karolus Boromeus Wodong, Chrestiar Tonny Poluan, Muhammad Taufik Maulana dan Yohanes Miharjo, S.Fil, mengikuti kegiatan Penguatan Peran Pemimpin Lintas Iman dalam Menjaga Bali dari Krisis Ekologi" yang diselenggarakan oleh Puskor Hindunesia, Green Faith Indonesia dan 350.org Indonesia.
Pertemuan ini bertujuan untuk mendalami fakta-fakta krisis iklim terkini serta merumuskan peran strategis tokoh agama dalam mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah di Bali. Bali saat ini berada di titik kritis krisis iklim. Data BPBD Bali menunjukkan peningkatan drastis bencana hidrometeorologi; di mana pada tahun 2025 tercatat 50 kejadian dengan kerugian mencapai ± Rp 145,4 miliar, melonjak tajam dibanding tahun 2024.
Di tengah ancaman ini, peran tokoh agama sebagai penjaga alam (stewardship) menjadi sangat krusial untuk mencegah kerusakan yang lebih luas dan memperjuangkan keadilan di Bali. Diklat lingkungan: Krisis Ekologi di Bali dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar Jln. Sangalangit, Tembau, Denpasar, Bali dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar Dr. Cokorda Gede Bayu Putra, S.E., M.Si.
18 Februari 2026
18 September 2025