“Perencanaan Kerjasama Lintas Sektoral Forum Komunikasi Perubahan Perilaku Dalam Penurunan Stunting Lintas Agama”
Strategi Pembinaan calon pengantin guna penanaman ilmu kepada pengantin baru, mengedukasi masyarakat luas dari lapisan terbawah untuk membentuk bibit generasi yang berkualitas.
BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) dalam hal ini Pemerintah ingin mencapai Indonesia emas 2045 dengan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Target pemerintah Jokowi 14% untuk angka kesejahteraan anak. Faktor Penyebab Stunting meliputi kurangnya pengetahuan, 30% dari anak tidak mendapat ASI ekslusif, 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima makanan.
Stunting dimulai ketia seorang remaja mulai menjadi ibu. Saat hamil tidak mendapat gisi yang cukup. Pada Kehamilan, terjadi anemia, dan juga dalam rumah tangga tidak ada sanitasi yang cukup (kurang air bersih). Upaya pemerintah adalah memberikan tablet penambah darah. Angka Hb normal adalah 14 pada remaja.
Mengapa Stunting itu penting ? Ada pertumbuhan otak yang terganggu, lemahnya daya tahun tubuh, menurunnya kemampuan kognitif, sehingga individu menjadi pribadi yang tidak percaya diri karena di bully dalam pergaulan. Kasus pada Karangasem: 20%, terendah adalah Gianyar 1%
Empat faktor yaitu 1. Terlalu tua, 2.Terlalu muda, 3.Terlalu sering, 4.Terlalu dekat. Wanita memiliki siklus reproduksi sehat 20 th sd 35 tahun. Pendampingan keluarga berisiko Stunting. Dilakukan oleh tim pemdamping keluarga TPK sudah ada di semua desa di Bali. Tim tersebut terdiri dari 3 unsur (unsur nakes , unsur pkk, dan unsur kader KB). Aplikasi Elsimil (aplikasi yang mempertemukan calon pengantin dengan tim pendamping keluarga)
Sambutan dari Drs. I Wayan Santa Adnyana Plt Bidang Urusan Agama Hindu, mohon permalkuman karena Beliau selaku Tim Penurunan Angka Stunting Provinsi Bali, belum bisa turun ke daerah karena terhalang oleh pandemi covid. Strategi Plt Bidang Urusan Agama Hindu dalam penanganan Stunting adalah mengkoordinir penyuluh PNS dan Non PNS untuk mensosialisasikan edukasi pentingnya pendidikan Pranikah untuk pasangan muda di seluruh Bali. Rencananya akan meminta data keluarga kurang mampu yang patut di bantu. Tidak tersedia anggaran bantuan, namun hanya sebatas pemberian bimbingan penyuluhan bimbingan mental. Akan dibentuk Forum yang akan dibentuk oleh masing-masing Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
Oleh karena itu diminta kepada BKKBN untuk memberikan petunjuk program kerja yang cocok untuk Forum yang dibentuk oleh Kementerian Agama Kabupaten / Kota. Tanggapan dari narasumber yaitu : langkah pertama, dianjurkan kepada calon pengantin mendownload aplikasi Elsimil (screnning kesehatan 3 bulan sebelum menikah), penyuluh Agama Hindu dan Penyuluh KB diharapkan bisa berkolaborasi untuk dapat terjun bersama dalam memberikan bimbingan kepada calon pengantin.
Dalam hal ini, Ka. Subbag TU memiliki tugas diantanya 1.Menindak lanjuti dengan cara memberikan himbauan kepada korluh PNS dan Non PNS untuk membuka aplikasi Elsimil. (playstore, appstore) digunakan oleh catin (calon pengantin). Ada tutorial pengisian. 2. Pemberikan himbauan kepada Kasi dan penyuluh untuk penguatan program pranikah dalam bentuk pembinaan. 3. Kepada kasi dan juga penyuluh, karena ini merupakan program Bapak Presiden, maka kita harus mengikuti program pencegahan stunting. Untuk mendata, apakah sudah pernah ada calon pengantin yang mendaftarkan diri pada aplikasi elsimil. 4. diminta agar menyisipkan materi stunting di setiap kegiatan pendidikan.
Arahan dari Bapak Kabid adalah kedepan kita mampu menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas. Maka lakukan langkah preventive atau pencegahan
18 Februari 2026
18 September 2025