Menu

Perkuat Hamonisasi Keluarga, Bimas Islam Kemenag Kota Denpasar Gelar Bimbingan Keluarga Sakinah

  • Rabu, 19 Agustus 2026
  • 111x Dilihat

Denpasar,19 Agustus 2026

 Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar menggelar kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah Kecamatan Denpasar Utara yang bertempat di Yayasan Al-Muhajirin Padang Indah, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. Tia Sastrina, S.T., M.M., didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, H. Amron Sudarmanto, S.Pd., M.A., beserta jajaran. Turut hadir Kepala KUA Kecamatan Denpasar Utara, H. Moh. Hamim, S.Ag., beserta jajaran, serta diikuti oleh 25 pasang peserta keluarga sakinah dengan usia pernikahan di bawah 10 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Denpasar, H. Amron Sudarmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk memperkuat ikatan dalam rumah tangga agar tercipta hubungan yang lebih harmonis dan sakinah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Denpasar, Dr. Tia Sastrina, S.T., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi penting bagi kekuatan bangsa. Beliau menjelaskan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama sekaligus lingkungan terkecil tempat nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan tumbuh. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang kuat, dari generasi yang kuat tumbuh masyarakat yang tangguh, dan dari masyarakat yang tangguh inilah kita bersama-sama membangun Indonesia yang semakin maju.

Lebih lanjut, Dr. Tia Sastrina membekali para peserta dengan manajemen konflik melalui Teori Rasio Gottman, khususnya prinsip 5:1. Beliau memaparkan bahwa dalam hubungan yang sehat, setiap satu interaksi negatif seperti kritik, ketegangan, atau perbedaan pendapat, idealnya diimbangi dengan lima interaksi positif seperti apresiasi, perhatian, ungkapan kasih sayang, humor, dan dukungan. Hal ini bukan berarti dalam keluarga tidak boleh ada konflik karena konflik adalah bagian alami dari kehidupan bersama, namun yang terpenting adalah memastikan kebaikan, penghargaan, dan kasih sayang hadir jauh lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari.

Mengakhiri sambutannya, beliau berharap agar setiap keluarga senantiasa menjadi tempat pulang yang penuh cinta, ruang tumbuh yang penuh keteladanan, serta sumber kekuatan untuk menghadirkan generasi penerus yang berakhlak dan berkualitas.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber pertama, Drh. Hj. Yekti Wulancahyani, M.Pd, materi dinamika rumah tangga dan dilanjutkan oleh narasumber kedua, Drs. H. Nurkhamid, M.Ed., selaku Wakil Ketua BP4 Provinsi Bali dengan materi harmonisasi dan keuangan keluarga.