Menu

Perkuat Komitmen Pendidikan Madrasah Inklusif, Kemenag Kota Denpasar Terima Audiensi FPMI Kota Denpasar

  • Senin, 21 September 2026
  • 125x Dilihat

Perkuat Komitmen Pendidikan Madrasah Inklusif, Kemenag Kota Denpasar Terima Audiensi FPMI Kota Denpasar

Denpasar – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Tia Sastrina, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, H. Antoni, menerima audiensi Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Kota Denpasar pada Senin (21/09). Pertemuan tersebut membahas penguatan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan madrasah. Dalam audiensi tersebut, sejumlah hal menjadi pokok pembahasan, salah satunya terkait penanganan anak-anak berkebutuhan khusus di madrasah. Pendidikan inklusif memerlukan perhatian dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing peserta didik.

Pembahasan berikutnya menyoroti pentingnya peranan kedua orang tua dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Dukungan orang tua dinilai memiliki peran penting dalam proses pendidikan dan perkembangan anak, sehingga diperlukan sinergi antara keluarga dan madrasah dalam memberikan pendampingan yang optimal. Selain itu, audiensi juga membahas urgensi pelatihan bagi guru-guru madrasah dalam memberikan pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus. Peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu aspek penting agar pendidik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menciptakan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Tia Sastrina, juga menggali secara langsung pengalaman para guru madrasah dalam menangani dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Berbagai pengalaman yang disampaikan menjadi bahan diskusi untuk memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di lapangan.

Tia Sastrina mengapresiasi keberadaan FPMI Kota Denpasar yang turut memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan inklusif di madrasah. Menurutnya, pengalaman dan masukan dari para pendidik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, madrasah, guru, orang tua, dan FPMI dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah, dan mampu memberikan kesempatan belajar yang sesuai bagi setiap anak.

Melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas pendidik, madrasah diharapkan semakin siap memberikan layanan pendidikan yang memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.