(Kankemenag Kota Denpasar) Trend fashion dunia sarat mempengaruhi perkembangan fashion diberbagai daerah di belahan dunia ini, dibarengi dengan perkembangan teknologi dan media saat ini, memperoleh informasi mengenai perkembangan mode tidak lagi menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, dengan sekali klik, voila berbagai informasi tentang fashion di seluruh dunia bisa tersaji. Perkembangan fashion ini tak luput juga mempengaruhi mode pakaian adat di Bali, khususnya pakaian adat untuk ke Pura. Dengan semakin terbukanya perkembangan mode ini, pakaian adat ke Pura kini dirasa mulai mengalami pergeseran dari pakemnya. Pakaian ada Bali tidak hanya unik dan cantik namun telah memiliki pakem dan makna filosofi tersendiri, seperti halnya penggunaan kamen posisinya tepat di mata kaki, penggunaan kebaya dengan model depan tertutup dan motif rapat, pemakaian saput dengan ujung menghadap ke bawah dan menyentuh tanah (anyotot pertiwi), serta penggunaan destar yang ujungnya mengarah ke atas.
Fenomena ini menggugah jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar untuk mengadakan lomba busana ke pura yang diselenggarakan oleh seksi Pendidikan Hindu. Melalui lomba ini diharapkan para siswa mampu memahami cara berpakaian adat Bali sesuai dengan pakem yang telah ada selama ini. Kegiatan lomba busana ke Pura tingkat dasar dan menengah ini dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2015 di halaman Bali Public School (BPS) Jl. Drupadi No. 52 Denpasar dan diikuti oleh 15 pasang peserta pada masing-masing tingkat. Perlombaan kali ini menghadirkan 3 orang narasumber yang kompeten dibidangnya dan sudah memiliki pengalaman yang cukup lama di bidang busana adat bali, yakni A.A. Ayu Ketut Agung (praktisi tata rias dan busana adat Bali sekaligus pemilik Salon Agung), Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si (Ka. Kankemenag Kota Denpasar sekaligus seniman teater Bali), dan Ni Nengah Suniti, SH., M.Ag (Pengawas Pendidikan Hindu sekaligus anggota WHDI Kota Denpasar). Ada 3 kriteria yang menjadi poin penilaian, yakni keserasian, ketepatan busana, dan penguasaan panggung, dan dari penilaian dewan juri dihasilkan 3 pemenang pada masing-masing tingkat, SD 5 Penatih; SMP 3 Denpasar; SMA 7 Denpasar sebagai juara 1, SD 1 Sumerta; SMP 7; SMP 4 Denpasar sebagai juara 2, dan SMA 7; SMA 8; SMA 5 Denpasar sebagai juara 3. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025