Menu

Pikiran Yang Baik Harus Didukung Oleh Akal Budi Dan Rasionalitas

  • Minggu, 28 Februari 2016
  • 688x Dilihat

(Kankemenag Kota Denpasar) Bertempat di Vihara Buddha Maitreya, Minggu (28/2) diselenggarakan kegiatan Pembinaan Kerukunan Intern Umat Buddha yang diikuti oleh   30 orang peserta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kerukunan khususnya intern umat Buddha sebagai landasan dalam membangun kerukunan umat beragama dan kerukunan bangsa, mengingat Indonesia bukan hanya sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau, gunung, dan aneka suku, serta tradisi kultural yang dimilikinya, namun Indonesia juga merupakan sebuah negara yang di dalamnya hidup beberapa agama yang berbeda-beda dan menjadi salah satu ciri dari negara Indonesia.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dan diisi oleh beberapa orang narasumber yang sekaligus merupakan tokoh agama Buddha. Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si mengungkapkan bahwa kerukunan sifatnya dinamis mengingat keberagaman masyarakat kita. Namun demikian perbedaan ini  mengajarkan kita tentang toleransi dan kesediaan untuk bisa menerima perbedaan yang ada.  Lebih lanjut beliau berpesan agar umat Buddha senantiasa mempertahankan kerukunan yang telah terbina selama ini dan senantiasa mengembangkan toleransi sesuai dengan kearifan lokal di Bali serta meningkatkan dialog-dialog kerukunan yang dilandasi dengan rasa persaudaraan kemanusiaan, kebangsaan, dan keimanan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pendeta Adi Sunyata selaku narasumber, bahwasanya di saat kita mulai menata kerukunan, hal yang pertama harus dilakukan adalah menata dan mengendalikan pikiran terlebih dahulu karena segala sesuatu berawal dari pikiran, hal itu tidaklah mudah, namun bisa dilakukan melalui latihan-latihan selama beberapa waktu. “Pikiran yang baik harus didukung oleh akal budi dan rasionalitas” ungkap beliau. (sta)