(Kankemenag Kota Denpasar) Jumat (14/2) Kantor Agama Kota Denpasar diliputi suasana hening dan syahdu dengan suara gamelan yang melantun dengan harmonis berpadu padan dengan beat-nya yang turut menyejukkan jiwa. Pada pagi yang bertepatan dengan rahina Purnama kawulu ini, tampak seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar yang beragama Hindu memulai aktivitasnya dengan mempersiapkan persembahyangan yang akan dimulai pada pukul 08.00 di Pura Dharma Kerthi, Padmasana Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. Persembahyangan Purnama dan Tilem merupakan persembahyangan rutin yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar untuk memohon berkah dan karunia dari Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) yang telah menerangi dunia beserta isinya, dan pada saat purnama ini dimohonkan kepada Sang Hyang Chandra agar dapat melebur kotoran dosa/mala yang pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak di sengaja, agar kembali bersih jiwa dan pikiran seperti sedia kala.
Pada persembahyangan kali ini Dra. Ni Nyoman Ciri, salah seorang penyuluh agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar berkesempatan untuk memberikan Dharma Wacana kepada peserta persembahyangan dengan mengangkat tema “makna sekar sebagai salah satu piranti persembahyangan”. Menurut Ibu Ciri, sekar atau bunga tersebut memiliki 2 fungsi utama, yaitu sebagai simbol Ida Sang Hyang Widhi Waça dan sebagai sarana persembahyangan. Disamping 2 fungsi utama tersebut, sekar/bunga juga melambangkan cinta kasih dan kemenangan, seperti pada saat Sri Rama berhasil mengalahkan Rahwana dimana para Dewa bersorak penuh kegembiraan dan suka cita dengan menaburkan bunga-bunga sebagai wujud kemenangan. Ibu Ciri juga menambahkan, fungsi dari sekar/bungan tersebut sesuai dengan apa yang telah disebutkan di Lontar Yadnya Prakerti, yaitu “Sekare pinaka katulusan pikayun sane suci/Bunga itu merupakan lambing kethulus ikhlasan pikiran yang suci”. Usai persembahyangan di Kantor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar didampingi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kasi Pendidikan Hindu, dan Analis Kepegawaian langsung berangkat menuju Pura Tanah Lot dan Pura Pekendungan Tabanan guna melaksanakan persembahyangan. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025