(Kankemenag Kota Denpasar) Siwaratri atau Malam Siwa merupakan “Malam renungan suci” saat Dewa Siwa beryoga untuk kesejahtraan alam dan segala isinya. Pada saat Siwaratri ini umat Hindu diharapkan melakukan jagra/begadang, yoga (menghubungkan diri dengan Sang Pencipta), samadhi (menyatukan diri dengan Nya) yang apabila dilakukan secara benar diyakini akan memperoleh anugrah dari Dewa Siwa. Pelaksanaan Siwaratri ini tidak lepas dari Kekawin Siwaratri kalpa/kekawin Lubdaka karya Mpu Tanakung yang bersumber dari Padma Purana (Purana merupakan bagian dari Upaweda yang merupakan Weda Smerti yang berisikan ceritra-ceritra kuno yang menyangkut penciptaan dunia dan silsilah para raja terkenal yang memerintah dunia). Brata Siwaratri dilakukan pada tiga tingkatan (disesuaikan dengan kemampuan masing-masing), yaitu: Utama (monobrata/tidak bicara, upawasa/tidak makan dan minum, dan jagra/tidak tidur), Madhya (upawasa dan jagra), dan Kanistha (jagra).
Rabu (29/1) lalu, jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar dan seluruh SKPD Kota Denpasar hadir di Pura Jagatnatha bersama pemedek yang lain untuk melaksanakan persembahyangan Siwaratri. Suasana Pura Jagatnatha Kota Denpasar sore tersebut sangat padat, karena selain dihadiri oleh SKPD se-Kota Denpasar, juga dihadiri oleh pelajar dan umat Hindu dari seluruh penjuru Kota Denpasar. Meskipun penuh dengan pemedek hingga ke Jaba Sisi, persembahyangan yang berlangsung ± 1 jam ini berlangsung lancar dan khidmat hingga akhir. Ditemui usai melaksanakan persembahyangan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba, SH mengungkapkan bahwa Siwaratri pada hakikatnya adalah membangun kesadaran diri untuk mengurangi/menghindari perbuatan dosa, terlebih lagi pada era globalisasi dewasa ini segala sesuatunya berjalan sangat cepat, terbuka, dan penuh permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks. Melalui Brata Siwaratri kita dilatih untuk menjaga nafsu, sadar dalam berperilaku, dan senantiasa berpikir dengan baik sebelum mengungkapkan kata-kata kepada orang lain. Beliau juga mengungkapkan bahwa pada moment ini kita dapat memohon waranugraha kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar Beliau senantiasa melindungi alam beserta isinya, terlebih lagi saat ini bencana sedang melanda negara kita, semoga semua bisa segera teratasi, dan saudara-saudara kita diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapinya. (sta)
18 Februari 2026
18 September 2025