Rapat Koordinasi Kantor Kementeriam Agama Kota Denpasar Bersama KKG Guru Agama Hindu Kecamatan Denpasar Barat
Senin (14/11) pagi tadi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Bapak Ida Bagus Ketut Rimbawan, S.Ag., M.Si didampingi Ka. Subbag TU, Bapak Ida Bagus Dibya SE, dan Kasi Pendidikan Hindu, Bapak Ida Bagus Putu Anom Arisudana, SE, hadir mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Kantor Kementeriam Agama Kota Denpasar Bersama KKG Guru Agama Hindu Kecamatan Denpasar Barat di Aula SDN 5 Padangsambian, Denpasar Barat.
Sambutan Ketua KKG Denbar, menyampaikan ahwa kami KKG di Denbar pada kesempatan ini melaporkan guru PNS dabn Non PNS di Denbar PNS berjumlah 39 orang, PPPK 1 orang, Kontrak 28 orang dan guru tetap yayasan 2 orang. Kami mohon arahan Bapak Kepala agar memperhatikan guru-guru di Denbar mengingat tahun ini 7 guru akan purna bakti. Tahun 2023 tahun depan kami akan dipisahkan dengan 8 guru akan purna bakti, dan tahun 2024 dan 2025 sebanyak 4 guru purna bakti. Tahun ini kami kekurangan guru sebanyak 15 guru.
Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Kankemenag Denpasar dalam hal pengamprahan TPG bagi guru kami, sehingga tepat waktu dan tepat guna. Kami juga sebagai guru-guru penerima TPG akan memenuhi setiap tahap administrasi yang wajib dikumpulkan. Bantuan Operasional yang telah kami terima dari Kankemenag Kota Denpasar di tahun 2022 ini telah kami manfaatkan dengan menyelenggarakan workshop dalam meningkatkan SDM dan Kompetensi Guru, melaksanakan tirta yatra dan kegitan lainnya. Kita sebagai guru agama agar senantiasa mengemban tugas dan tanggung jawab.
Kepala Kantor dalam sambutan dan arahannya menyampaikan visi Kemenag profesional andal untuk membangun masyarakat yang moderat dan unggul dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju. Selanjutnya ada 7 program prioritas Menteri Agama yakni Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Tahun Toleransi Beragama, Revitalisasi KUA, Religiosity Index, Kemandirian Pesantren, dan Cyber Islamic University. Layanan dari Satker Pendidikan Hindu terkait penyampaian berkas/dokumen/laporan akan dijadwalkan permasing-masing Kecamatan agar tertib administrasi.
Selanjutnya, Ka. Subbag TU dalam hal ini menyampaikan materi terkait moderasi beragama kepada seluruh guru-guru agama Hindu yang hadir. Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian (hate speech), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.
Perlu diketahui kembali Penguatan Moderasi Beragama merupakan satu dari tujuh program prioritas Menteri Agama RI yang wajib kita sosialisasikan tidak hanya kepada lapisan masyarakat luas namun bagi siswa siswi di sekolah melalui guru-guru yang hadir pada rakor pagi ini.
Kami harapkan guru-guru agama Hindu sebagai tenaga pendidik, mampu menjembatani dan menyampaikan kepada seluruh siswa siswi di masing-masing sekolah akan pentingnya mengetahui dan memahami arti dari moderasi beragama didalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya akan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai setiap perbedaan yang ada dan menciptakan harmonisasi dikehidupan sosial.
Sementara Kasi Pendidikan Hindu menyampaikan pula terkait adminstrasi TPG, PPG, dan Insentif Non PNS, dimana dihimbau kepada guru-guru untuk menyiapkan dan menyampaikan setiap berkas yang dibutuhkan dalam pengajuannya secara lengkap dan tepat waktu sesuai juklak juknis dan prosedur yang berlaku.
Disini kami berupaya untuk melakukan pembenahan lebih baik khususnya pada insentif para guru-guru yang diharapkan semua guru memperoleh haknya secara utuh. Kami ingin setiap prosedur berjalan dengan baik, oleh karenanya perlu sinergitas dari guru untuk membantu kami mengisi data yang diperlukan sehingga memperoleh data yang valid.
Kami juga saat ini ingin menjalankan pelayanan untuk para guru-guru yang akan menyetorkan berkas baik TPG, laporan dan hal lain terkait pekerjaan agar memanfaatkan fasilitas gedung PTSP kami, sehingga guru-guru tidak perlu datang keruangan Pendidikan Hindu karena semua akan diterima dan berakhir di ruang PTSP, imbuh Kasi Pendah.
Diharapkan sinergitas dan koordinasi dapat terjalin dengan baik, sehingga nantinya setiap pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat. (kd) #SantihMelayani
18 Februari 2026
18 September 2025