Menu

Sambut Waisak, Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapatta

  • Kamis, 14 Mei 2015
  • 2435x Dilihat

(Kankemenag Kota Denpasar) Kamis (14/5) lalu umat Buddha Denpasar melaksanakan tradisi Pindapatta di sepanjang jalan Gunung Agung Denpasar menuju Vihara Buddha Sakyamuni diikuti oleh Bhikkhu Ciradhammo, Bhikkhu Jayadhammo, Bhikkhu Candasilo, dan Samanera Sakkhadhammo didampingi oleh sejumlah pengurus Vihara Buddha Sakyamuni, dan dihadiri pula oleh Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Ketut Panji Budiawan selaku umat Buddha.

Pindapatta merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh para Buddha terdahulu dan diikuti oleh siswanya hingga kini. Pindapatta berasal dari bahasa Pali yang artinya menerima dana makanan, sementara patta/patra artinya mangkok (sarana) yang digunakan oleh para Bhikkhu. Tradisi Pindapatta ini masih tetap dilaksanakan di beberapa negara, seperti: Thailand, Kamboja, Myanmar, dan Srilangka, sementara di Indonesia tradisi ini sudah jarang dilaksanakan karena banyak faktor yang tidak mendukung.

Oscar NW selaku ketua Vihara Buddha Sakyamuni menjelaskan bahwa Pindapatta dilaksanakan masih serangkaian dengan Mahajata (peringatan HUT) Vihara Buddha Sakyamuni dan kegiatan Sebulan Pendalaman Dhamma ke-17 menyambut perayaan Trisuci Waisak 2559/2015 yang jatuh pada 2 Juni 2015 mendatang. Lebih lanjut Oscar juga menambahkan bahwa selain untuk memperkenalkan tradisi ini kepada masyarakat, Pindapatta juga memberikan kesempatan yang lebih luas kepada umat atau umum siapa saja yang ingin berdana makanan kepada para Bhikkhu. (sta)