Denpasar, 08 September 2026 – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melaksanakan kegiatan Pembinaan Iman di SD Negeri 1 Sesetan & SD Negeri 9 Pedungan, Selasa (08/09/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata program Kemenag Berdampak melalui gerakan Penyuluh Bergerak yang hadir langsung di satuan pendidikan untuk menjangkau peserta didik di lingkungan sekolah.
Kegiatan diikuti oleh 20 orang (SDN 1 Sesetan) & 19 orang (SDN 9 Pedungan) beragama Kristen dengan penuh antusias. Bertindak sebagai narasumber Heferi Maupada, S.Th dan Maurin Indrawati, S.Th, Restuman Nehe, S.Th, Nancy J.J Rarung, S.Th, Penyuluh Agama Kristen Kota Denpasar.
Mengusung tema “Menguasai Hati dan Hidup dalam Kasih” dengan dasar Alkitab Kejadian 4:1–16 tentang kisah Kain dan Habel, materi disampaikan melalui ceramah singkat, diskusi, dan evaluasi.
MATERI PEMBINAAN:
1. Kain dan Habel Memberikan Persembahan kepada Tuhan
Mengajarkan bahwa Tuhan melihat hati dalam setiap persembahan dan perbuatan kita.
2. Iri Hati Dapat Membawa kepada Perbuatan yang Salah
Mengajak anak-anak memahami bahaya iri hati yang dapat menimbulkan kemarahan dan dosa.
3. Tuhan Mengajarkan Kita untuk Mengasihi dan Menguasai Diri
Menekankan pentingnya hidup dalam kasih, pengampunan, dan pengendalian diri.
TUJUAN PEMBINAAN:
Setelah mengikuti pembinaan, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menceritakan kembali kisah Kain dan Habel berdasarkan Kejadian 4:1–16.
2. Menjelaskan akibat dari iri hati, kemarahan, dan tidak mampu menguasai diri.
3. Menerapkan sikap mengasihi, mengampuni, dan mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan.
Dalam penyampaiannya, Heferi Maupada, menyampaikan, “Dari kisah Kain dan Habel kita belajar bahwa iri hati itu seperti api kecil. Kalau tidak dikuasai dari hati, bisa membakar persahabatan. Tuhan mau kita jadi anak yang mengasihi, bukan membenci. Menguasai diri itu hebat di mata Tuhan.”
Sementara Maurin Indrawati, menambahkan, “Anak-anak hebat kalau bisa memaafkan teman, tidak bertengkar, dan mau berbagi. Itu artinya kita sudah hidup dalam kasih seperti yang Tuhan ajarkan.”
MANFAAT KEGIATAN:
1. Bagi Peserta Didik: Membekali anak dengan nilai moral dan spiritual untuk mengendalikan emosi, menghindari konflik, dan hidup rukun dengan teman.
2. Bagi Sekolah: Mendukung penguatan Pendidikan Karakter dan Profil Pelajar Pancasila, khususnya nilai beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
3. Bagi Kemenag: Mewujudkan Kemenag Berdampak dengan memastikan layanan pembinaan keagamaan menjangkau anak-anak sebagai fondasi generasi penerus bangsa yang damai dan toleran.
Kementerian Agama Kota Denpasar berkomitmen terus hadir melayani dengan semangat Santih Melayani, untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, beriman, dan penuh kasih.
18 Februari 2026
18 September 2025