Menu

The Untold Story Of The Eagle, The Spider, and The Butterfly

  • Selasa, 25 September 2018
  • 342x Dilihat

      Tidak ada yang pasti di dunia ini selain perubahan, inilah hal yang harus dipahami dan diterima oleh setiap orang. Jaman, ilmu pengetahuan, teknologi, informasi akan terus mengalami perkembangan seiring dengan majunya peradaban manusia. Demikian juga halnya dengan sistem dan tatanan kepemerintahan yang dituntut untuk terus berubah dan menyesuaikan diri dengan amanat dari yang dilayani, yakni rakyat. Menyikapi hal ini, Kementerian Agama berkomitmen untuk melakukan perubahan di delapan area untuk mewujudkan reformasi birokrasi (RB), yakni manajemen perubahan, penataan peraturan, penataan organisasi, tata laksana, SDM, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

    Sejak tahun 2015, jajaran Kankemenag Kota Denpasar telah mulai membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan di tahun 2017 diselaraskan dengan pembangunan RB. Menjalankan roda perubahan ini bukanlah sebuah hal yang mudah, namun di setiap kesempatan Ibu Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si selaku Kepala Kantor senantiasa menanamkan pelajaran berharga dari burung elang yang menua, laba-laba, dan ulat. Ketiga hewan tersebut selama hidupnya pernah mengalami sebuah masa-masa sulit dan tertatih-tatih mengupayakan segala sumber daya yang dimilikinya serta kebulatan tekad dan ketekunannya untuk merubah diri, menempa diri selama beberapa waktu hingga kemudian berhasil menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, laba-laba dengan resource yang dimilikinya berhasil membuat sarangnya sendiri, dan burung elang dalam upayanya selama 105 hari untuk melepaskan paruh lamanya dengan mematuk-matukkan paruhnya, mengelupas cakarnya, serta merontokkan bulunya sehingga kembali menjadi burung elang yang gagah dan siap terbang tinggi menjalani kembali kehidupannya ke depan selama 30 tahun lagi. Hal inilah yang ingin ditanamkan Kepala Kantor kepada seluruh jajarannya, untuk terus belajar, menempa diri, berupaya merubah diri sendiri maupun sistem dan lingkungan kerjanya untuk menuntaskan RB ini dan berubah demi mempersembahkan kualitas pelayanan publik yang terbaik dan mewujudkan kepemerintahan yang bersih dan berwibawa. (sta)